HETANEWS

Laporan Peristiwa Kebakaran di Kota Pematangsiantar

Kabid Damkar, Josua Sihaloho dan Kasi Ops Remaja Ginting [dari kiri] foto bersama Tim Damkar Kota Pematangsiantar.

Siantar, hetanews.com - Dari Januari hingga Desember 2018 peristiwa kebakaran yang terjadi di Kota Pematangsiantar tercatat sebanyak 63 kali. Sementara Januari hingga Agustus 2019 peristiwa kebakaran sudah terjadi 39 kali. 

Kabid Kebakaran, Damkar [pemadam kebakaran] Josua Sihaloho menyampaikan, data laporan kebakaran tersebut termasuk kebakaran skala kecil, hingga besar serta informasi yang didapat dari warga via telephone.

Menurut Josua, jumlah penyebab kebakaran yang terjadi akibat hubungan arus pendek atau korslet paling banyak terjadi. Kemudian, penyebab kebakaran dari gas elpiji atau kompor. 

"Paling banyak terjadi kebakaran bersumber dari arus pendek. Banyak warga tidak memperhatikan kondisi kabel-kabel penyambungan yang berpotensi terbakar. Apalagi pemakaian kabel yang tidak standart," kata Josua, Jumat (23/8/2019). 

Dirinya berharap agar warga, khususnya yang tinggal dipemukiman padat penduduk berhati-hati dan senantiasa mengecek kondisi kabel/wayar listrik. Bila sedang bepergian, dihimbau untuk mematikan listrik dan gas elpiji.

"Selain itu, kalau ada sampah, jangan dibakar dihalaman rumah. Silahkan dikumpulkan dan diantar ke bak sampah. Karena membakar sampah dipemukiman padat penduduk sangat berbahaya," ujarnya.

Kasi Operasional Damkar, Remaja Ginting menambahkan, saat ini pihaknya mencatat sebanyak 39 kali peristiwa kebakaran di Kota Pematangsiantar, dari Januari ke Agustus. Jumlah peristiwa tergolong meningkat dengan peristiwa kebakaran yang paling merugikan.

"Untuk itu kami menghimbau agar masyarakat Kota Pematangsiantar berhati-hati, dan mengantisipasi hal hal kecil yang bisa menjadi penyebab kebakaran," himbau Remaja.

Penulis: gee. Editor: edo.