HETANEWS

Napi Kabur dari Lapas Berhasil Ditangkap Unit Jahtanras Polres Simalungun di Tobasa

Humas Lapas Klas IIA Siantar, Hiras Silalahi saat memberikan keterangan dan tahanan yang kabur (crop). (foto/ay)

Simalungun, hetanews.com - Narapidana (Napi) yang kabur dari Lapas Klas IIA Siantar, pada Kamis (22/8/2019) lalu, sekira pukul 8.30 WIB, atas nama Surya Darma (25), warga Lorong 20, berhasil ditangkap unit Jahtanras Polres Simalungun. Surya Darma, langsung diserahkan kembali ke Lapas, pada Jumat (23/8/2019).

Demikian dikatakan Kalapas, Porman Siregar, melalui humas, Hiras Silalahi kepada wartawan, pagi ini.

Unit Jahtanras, berhasil menangkap Surya Darma, di ladang milik Ebenezer Gultom (napi lainnya yang belum berhasil ditangkap), di Kelurahan Pardamean Ajibata, Tobasa.

Menurut Hiras, kedua napi yang kabur, yaitu, Surya Darma dipidana 2 tahun penjara dan Ebenezer Gultom, dipidana 1,2 tahun.

Karena mendapat remisi dan CB (cuti bersyarat), seyogianya Surya Darma, bebas pada September 2019 mendatang, sedangkan Ebenezer bebas, pada awal September.

Keduanya terpidana kasus pencurian (363 KUH Pidana). Dengan demikian, maka pihak Lapas akan mengusulkan pencabutan remisi dan juga CB tersebut. Sehingga keduanya harus menjalani hukuman sesuai putusan pengadilan, kata Hiras.

Lebih lanjut, dikatakan Hiras, Surya Darma harus menjalani hukuman 11 bulan lagi dan Ebenezer akan terus dilakukan pencarian. Dan jika sudah tertangkap akan menjalani sisa hukuman hingga Pebruari 2020 mendatang. Untuk itu, Ebenezer berstatus DPO, tegasnya.

Surya Darma yang ditanya wartawan, siang itu mengatakan, nekat  kabur karena diajak Ebenezer dan dijanjikan akan dipekerjakan. "Kami naik angkot GMSS, pada Kamis, 8.30  ke pajak horas, lalu ke Parapat ke rumah Ebenezer,"kata Surya.

Surya ditangkap, sedangkan Ebenezer tidak ada lagi di rumahnya. "Saya menyesal,"katanya sambil tertunduk.

Keduanya nekat kabur saat menjadi tamping (tahanan pendamping), yang bekerja di sekitar Lapas, membersihkan tong sampah dan parit. Melihat ada kesempatan, keduanya naik angkot. "Mereka sudah 3 Minggu menjadi tamping. Meski bekerja di luar, di sekitaran Lapas, dan tetap mendapat pengawasan petugas,"kata Hiras.

Penulis: ay. Editor: gun.