HETANEWS

Tinggalkan Kebon Sirih, Bang Sani Ingin Injakkan Kaki di Senayan

Jakarta, hetanews.com - Berakhirnya masa jabatan DPRD DKI 2014-2019 menandakan perginya sejumlah nama yang sudah melanglang buana di Kebon Sirih, salah satunya adalah Triwisaksana. Usai tak lagi jadi anggota DPRD DKI, pria yang akrab disapa Bang Sani itu ingin mencoba peruntungan menjadi anggota DPR. 

Sani masuk ke Kebon Sirih pada tahun 2008 sebagai anggota pergantian antar waktu (PAW). Selanjutnya, pada 2009 dia terpilih dan dipercaya menjadi wakil ketua dengan Ketua DPRD DKI Ferial Sofyan dari Fraksi Partai Demokrat. Pada 2014 dia kembali maju dari PKS dan menempati kembali posisi wakil ketua. Namun, pada 2019 dia memilih tidak lagi maju.

Sani merasa cukup berkiprah di DPRD. Dia ingin meningkatkan karier menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) yang berkantor di Senayan. 

"Kalau tidak maju lagi, karena saya sudah dua periode di DPRD dan saya sebagai pimpinan dewan, saya ingin mengabdi di DPR RI atau jeda politik dulu. Karena PKS tempat saya bernaung tidak menugaskan saya ke DPR. Saya memilih jeda politik dahulu. Ingin mengabdi di bidang lain," ucap Sani saat berbincang di ruangannya di lantai 9 Gedung DPRD DKI, Jl Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Kamis (22/8/2019).

Sani kemungkinan besar akan maju di Pileg DPR 2024. Lima tahun ini, dia ibaratkan dengan rehat dari kegiatan legislasi.

"Sebulan, dua bulan rileks dulu lepas penat. Setelah itu cari pengabdian lain. Saya juga kelola ada yayasan pendidikan di Bintaro akan mengurus sekolah. Ada beberapa usaha dan juga, kalau organisasi belum terbayang bagaimana berikutnya," ucap Sani.

Selain itu, rehat dari legislatif akan dimanfaatkan untuk menulis buku. Ide yang sudah dia pikirkan sejak kepengurusan 2009/2014.

Buku berisi pengalaman dan pandangan Sani selama menjadi anggota dewan. Beberapa berkas dan dokumen pribadi dewan akan menjadi salah satu sumber di bukunya itu. 

"(Dokumen) sekaligus jadi bahan nulis buku, apa pendapat saya di rapat, apa sanggahan, debat, itu mungkin jadi satu memori," kata Sani.

  • Yang Dikenang Sani di DPRD
Sani akan merindukan dinamika dan perdebatan di DPRD DKI Jakarta. Perdebatan yang akhirnya bisa terselesaikan. 

Sani selalu teringat bagaimana alotnya pembahasan alat kelengkapan dewan (AKD) pada tahun 2014. Polarisasi dalam Pilpres antara kubu Pengusung Joko Widodo (Jokowi), dan Prabowo Subianto terbawa sampai ke DPRD DKI Jakarta. 

Pembahasan yang pada periode 2009/2014 hanya satu bulan, berubah jadi tiga bulan. Koalisi Indonesia Hebat (KIH) pendukung Jokowi, sama keras dengan Koalisi Merah Putih (KMP) pengusung Prabowo. 

Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi berasal dari PDIP yang masuk di KIH. Sementara, empat wakil ketua berasal dari KMP, M Taufik dari Gerindra, dia dari PKS, Abraham Lunggana (Lulung) dari PPP, dan Ferial Sofyan dari Partai Demokrat. 

"Karena ada efek dari pilpres 2014, KIH dan KMP, itu terbawa ke DPRD sehingga memakan waktu untuk duduk bersama merenungkan AKD seperti badan anggaran, komisi, dan sebagainya. Itu sempat agak buntu tiga bulan. Alhamdulillah komunikasi mencair dan terbentuklah, istilahnya Koalisi Kebon Sirih." ujar Sani.

Sani yang awalnya berseberangan dengan Prasetio kini menjadi teman baik. Prasetio menjadi salah satu orang yang dekat dengan Sani.

"Selain rekan di fraksi (PKS) saya berinteraksi sangat dekat dengan pak ketua. Saya sering ke lantai 10 (Ruang Ketua DPRD), dia juga sering ke sini untuk ngobrol ngalor ngidul, bukan untuk pekerjaan saja," ucap Sani.

"Awalnya karena beda kubu saya di KMP dia di KIH jadi ada jarak tapi berjalan waktu akhirnya relatif dekat. Saya silaturahmi di rumah pribadi dia, di Serpong sana. Beliau minta ditemenin makan, jadi merekatkan pertemanan," Kata Sani.

Kini, perdebatan dan silaturahmi itu menjadi kenangan. Sani telah membereskan barang-barangnya dan siap angkat kaki dari Gedung DPRD DKI.

sumber: detik.com

Editor: sella.