HETANEWS

Hakim Vonis "Asisten" Bandar Narkoba Rego 11 Tahun

Irwan Efendi Nasution (rompi merah) beranjak dari kursi pesakitan PN Siantar. (Foto/BT)

Siantar, hetanews.com - Majelis Hakim PN Siantar menjatuhkan hukuman 11 tahun 6 bulan terhadap Irwan Efendi Nasution alias Fendi. Pria berumur 38 tahun yang berperan sebagai 'asisten' Rego, bandar narkoba buronan polisi sebelumnya dituntut 17 tahun.

Amar putusan dibacakan dalam sidang yang digelar, Kamis, 22 Agustus 2019, menyatakan terdakwa yang ditangkap dengan barang bukti sabu 1,5 ons dan 460 butir ekstasi terbukti bersalah melanggar Pasal 114 ayat 2 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika

Warga Jalan Bola Kaki, Kelurahan Banjar, Kecamatan Siantar Martoba, juga dibebankan membayar denda sebesar satu miliar rupiah, apabila tidak bayar maka diganti dengan enam bulan kurungan.

"Mengadili, menjatuhkan pidana penjara selama 11 tahun 6 bulan terhadap terdakwa," kata Hakim Simon CP Sitorus dibantu dua rekannya M Iqbal FJ Purba dan Hendrik di Ruang Cakra.

Putusan ini dinilai lebih ringan dari tuntutan JPU Lynce yang menuntut pria berkulit gelap itu selama 17 tahun penjara. Baik JPU dan terdakwa diberi waktu 7 hari untuk menanggapi putusan. "Sidang ditutup," ujar Simon.

Diketahui, terdakwa Fendi yang kesehariannya membuka kios di sekitaran kediamannya diringkus polisi pada 24 Februari 2019. Kepada petugas, Fendi mengakui masih menyimpan narkoba lainnya di rumahnya hingga kemudian dilakukan penggedahan.

Adapun barang bukti narkoba jenis sabu dan ekstasi diakui Irwan diterimamya dari Rego (DPO) melalui dua orang kaki tangannya Boy (DPO) dan Anton (DPO) , yang disimpan dalam kotak sepatu di kamar rumahnya.

Terdakwa mengatakan bandar Rego bolak balik menghubungi terdakwa untuk menyimpan maupun memberikan barang bukti narkoba apabila dua orang kaki tangan Rego datang menemui terdakwa. Irwan berperan bak seorang asisten.

Baca juga: "Asisten" Bandar Narkoba Siantar Dituntut 17 Tahun, Rego-Boy-Anton Buronan

Rego Belum Ditangkap

Keberadaan bandar narkoba Rego hingga kini masih diburu aparat kepolisian untuk dihadapkan ke persidangan. Proaktif masyarakat memberi informasi soal keberadaan Rego kepada aparat berwenang juga dinilai sangat diperlukan.

Kasat Narkoba Polres Siantar AKP Eduard Tobing mengatakan penetapan status DPO Rego sebagaimana permintaan jaksa terhadap pihaknya. Ia berharap status DPO untuk tidak digembor-gemborkan karena bisa membuat yang bersangkutan melarikan diri.

Sekedar diketahui, Rego merupakan residivis narkoba yang tergolong masih sekampung dengan Fendi. Pria muda berperawakan botak ini ditangkap pada Tahun 2016 silam dan dihukum 1,5 Tahun penjara di PN Siantar.

Penulis: bt. Editor: bt.