HETANEWS

Ferry Naibaho: Harusnya Sewa Lapangan Farel Pasaribu Rp24 Juta, Dinas Terkait Harus Cabut Izin Konser Shaggydog

Tampak perlengkapan untuk konser Shaggydog mulai dipasang di Lapangan Farel Pasaribu mulai Rabu (21/8/2019), lalu dan konsernya diadakan tanggal 24 Agustus 2019 mendatang.

Siantar, hetanews.com – Biaya pakai Lapangan Farel Pasaribu atau sering dipanggil Lapangan Horbo, yang akan dipakai untuk konser Shaggydog hanya Rp6 juta, sementara kerugian yang ditimbulkan akibat konser tersebut lebih dari segitu.

Hal ini tentu membuat warga kota Siantar gerah, apalagi warga yang ada di sekitar lapangan tersebut, yang kerap memakai lapangan itu untuk berolahraga dan ruang santai buat keluarga.

Ferry Naibaho, salah seorang warga sekitar yang dimintai tanggapannya, Kamis (22/8/2019), mengaku heran melihat kebijakan Pemko Siantar, melalui dinas terkait, yang dengan mudahnya memberi izin memakai lapangan tersebut hanya untuk Rp6 juta.

Ferry Naibaho saat menjelaskan kondisi Lapangan Farel Pasaribu saat ini, yang sering dimanfaatkan tempat berolahraga, setelah direhab Pemko Siantar.

Kalau pun dipakai untuk konser, kata Ferry, harusnya harga sewanya bukan semurah itu. Harusnya biayanya sudah Rp24 juta, karena lapangan itu dipakai selama 4 hari, dihitung mulai dari memasang pentas atau panggung, hingga nantinya dibongkar setelah acara.

Baca juga: Sewa Lapangan Farel Paribu Untuk Konser Hanya 6 Juta

Baca juga: Warga Sekitar Lapangan Farel Pasaribu Minta Pemko Siantar Batalkan Konser Shaggydog

“Seperti konser Shaggydog, pihak panitia mulai memasang pentas dari tanggal 21 semalam. Sementara acaranya tanggal 24 Agustus 2019 mendatang. Makanya orang yang berolahraga jadi terganggu, karena di lapangan itu udah berdiri panggung,”ujarnya.

Jadi kalau dihitung – hitung, waktu pemakaiannya selama empat hari kalau ada konser. Jadi gak layak lagi cuma yang enam juta itu, ungkapnya lagi.

Baliho konser Shaggydog yang terpampang di sudut kota Siantar, jalan Melanthon Siregar.

Tokoh pemuda ini, menagih komitmen Pemko Siantar dalam menjaga dan menata lapangan tersebut. Karena akan sia – sia upaya Pemko memperbaiki fasilitas didalamnya, jika masih memberi izin memakai lapangan tersebut untuk kegiatan komersil. Apalagi, uang Negara untuk memperbaiki lapangan itu, pada tahun 2018 lalu, dinilainya tidak lah sedikit, katanya.

Kembali diingatkan Ferry, jangan karena hanya mengejar Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang tak seberapa itu, Pemko Siantar dan masyarakat kota Siantar jadi rugi berlipat – lipat ganda.

“Harusnya Pemko Siantar sudah paham akan dampak buruknya, sebelum memberikan izin kepada pihak Penyelenggara Konser. Dan kita minta izin konser Shaggydog itu dicabut, dan itu belum terlambat dilakukan,”tutupnya.

Penulis: tim. Editor: gun.