HETANEWS

Di Kejari Simalungun, Dua Pemuda Ngisap Sabu Dituntut 7 Tahun

Dua terdakwa disidang PN Simalungun. (foto/ay)

Simalungun, hetanews.com - Di Kejaksaan Negeri (Kejari) Simalungun, sudah jelas menghisap sabu, sesuai surat dakwaan dan juga keterangan saksi di persidangan, 2 terdakwa malah dituntut sebagai pemilik bukan pengguna.

Budiman als Budi (25) dan Musrein (25), warga yang sama di Kecamatan Bandar, masing-masing dituntut 7 tahun penjara, denda Rp.800 juta subsider 3 bulan penjara, di PN Simalungun, Kamis (22/8/2019).

Jaksa mempersalahkan para terdakwa  melanggar Pasal 112 (1) Jo 132 (1) sebagai pemilik bukan pasal 127 (pengguna) UU RI No 35/2009 tentang Narkotika.

Faktanya, surat dakwaan jaksa dan juga keterangan saksi-saksi menyebutkan, barang bukti yang disita, berupa kaca pirex yang sudah dibakar dan ada sisa sabu, bong, jarum, mancis, pipet dan hp.

Keduanya ditangkap, di rumah Musrein, di Perdagangan III, Kecamatan Bandar, pada Rabu (27/2/2019), lalu.

Sabu seberat 0,04 gram dibeli secara patungan dari Mawan (DPO), seharga Rp.100 ribu, lalu digunakan. Usai menggunakan sabu, terdakwa Misrein mengecat pelak motor terdakwa Budi, dengan meletakkan alat alat hisap tetap berada di halaman belakang rumah.

Lalu Misrein, pergi membeli makanan, sampai di rumah datang petugas dan menangkap keduanya. Keduanya didampingi pengacara dari Posbakum PN Simalungun, minta agar hakim meringankan hukumannya. Terdakwa mengakui perbuatannya dan menyesal serta berjanji tidak akan mengulangi lagi.

Majelis hakim, Roziyanti SH, Aries Ginting SH dan Justiar Ronald SH, menunda sidang hingga sepekan untuk pembacaan putusan.

Penulis: ay. Editor: gun.