HETANEWS

Barang Bukti Sabu 0,33 Gram, Topas Diancam 8 Tahun Penjara

Terdakwa keluar dari ruang sidang usai dituntut 8 tahun penjara. (foto/ay)

Simalungun, hetanews.com - Dedi Silalahi als Topas (39), dituntut 8 tahun penjara, dikurangi masa tahanan sementara yang telah dijalani, denda Rp.800 juta subsider 3 bulan penjara.

Ancaman hukuman itu, dibacakan jaksa penuntut umum (JPU), Ade Jaya Ismanto SH, di PN Simalungun, Kamis (22/8/2019).          

Jaksa mempersalahkan terdakwa, dengan Pasal 112 (1) UU RI No.35/2009 tentang Narkotika.

Terdakwa bertempat tinggal, di Bah Bayu, Kelurahan Kerasaan I, Kecamatan Pematang Bandar, ditangkap Satres Narkoba Polres Simalungun, pada Senin, 25 Pebruari 2019, lalu.        

Terdakwa ditangkap polisi, di jalan Bah Bayu Pematang Bandar saat transaksi sabu. Topas menjual sabu kepada Krispu, yang berhasil melarikan diri saat petugas datang. Krispu sudah menyerahkan uang Rp.250 ribu kepada terdakwa.          

Polisi menyita sabu seberat 0,33 gram (bruto) dan uang hasil penjualan sabu Rp.250 ribu. Setelah diinterogasi petugas, Topas mengaku membeli sabu dari Nadri (DPO), sebanyak 1 gram dengan harga Rp.900 ribu, di kampung Sugaran Perdagangan.         

Lalu mau dijual kepada Krispu (DPO), sepaket harga Rp.250 ribu. Didampingi pengacara Sintong Sihombing SH dari Posbakum PN Simalungun, terdakwa memohon kepada majelis hakim, agar hukumannya diringankan.        

Untuk mempertimbangkannya dalam putusan, sidang dipimpin ketua majelis hakim, Roziyanti SH, ditunda seminggu.

Penulis: ay. Editor: gun.