HETANEWS

Polri Selidiki Unsur Pelanggaran UU ITE Terkait Video Ceramah Ustadz Abdul Somad (UAS)

Ustaz Abdul Somad (UAS)

Jakarta, hetanews.com - Pihak Polda Metro Jaya selidiki dan pelajari laporan dugaan penistaan agama Ustaz Abdul Somad(UAS), di dalam video viral ceramah Ustaz Abdul Somad.

Setelah Polda Metro Jaya menerima laporan organisasi Horas Bangso Batak (HBB), Senin (19/8/2019), langsung dilakukan penyelidikan kasus ceramah Ustaz Abdul Somad tersebut.

HBB melaporkan Ustaz Abdul Somad (UAS)atas dugaan penistaan agama di video ceramah UAS tersebut.

"Setelah kita terima laporannya, kini penyidik mulai mempelajari dulu semuanya. Artinya kita lakukan penyelidikan ya," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono, Rabu (21/8/2019).

Menurut Argo nantinya pelapor dan terlapor akan dipanggil penyidik untuk dimintai klarifikasinya. "Tentunya nanti akan kita mintai klarifikasi kepada pelapor dan terlapor. Untuk waktunya, nanti penyidik yang menjadwalkannya," kata Argo.

Dari klarifikasi semua pihak itu tambahnya penyidik akan melihat dan mengkaji ada tidaknya unsur pidana seperti yang dilaporkan pelapor.

Sebelumnya, Bareskrim Mabes Polri telah membentuk tim untuk mengusut pelaporan tersebut.  Hal itu dikatakan Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Polisi Dedi Prasetyo.

Dedi mengatakan, tim tersebut akan mengevaluasi laporan yang sudah masuk ke Bareskrim. Selain itu mereka juga akan meneliti barang bukti yang diajukan oleh para pelapor.

"Bareskrim sudah membentuk tim dan sudah melakukan evaluasi terhadap materi laporan dan barang bukti yang diajukan pihak pelapor itu masih didalami dulu," ujarnya di Jakarta, Rabu (21/8/2019).

Dedi mengatakan pihaknya saat ini masih melakukan penyelidikan.

Dia juga menyebut laporan bebas dilakukan oleh siapa saja asal ada barang bukti yang kuat.

"Masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut. Pada prinsipnya hak konstitusional berlaku sama. Artinya siapa saja silahkan melaporkan asal ada bukti kuat," ujarnya.

Diketahui sejumlah laporan dilayangkan ke Abdul Somad atas video berisi ceramahnya yang berkaitan dengan salib.

  • Laporan HBB dan GMKI

Seperti diketahui organisasi Horas Bangso Batak (HBB), melaporkan Ustaz Abdul Somad (UAS) atas dugaan penistaan agama ke Mapolda Metro Jaya, Senin (19/8/2019).

Pelaporan terkait video ceramah Ustaz Abdul Somad tentang salib yang viral di media sosial. Laporan HBB diterima Sentra Pelayanan Polisi Terpadu (SPKT) Polda Metro Jaya adengan nomor LP5087/VIII/2019/PMJ/Ditreskrimum.

"Kami melaporkan Ustaz Abdul Somad ke Polda Metro Jaya, karena dalam ceramahnya di Pekanbaru kami anggap sudah menista agama kristiani, dengan menyebut salib itu adalah setan kafir," kata Koordinator HBB, Yusuf Erwin Situmorang di Mapolda Metro Jaya, Senin (19/8/2019).

Ia berharap, Polda Metro Jaya bisa segera menyelidiki kasus ini. "Kami harap ke depan Ustaz sekelas Ustaz Abdul Somad lebih wise dalam memberikan ceramahnya," kata Yusuf.

Yusuf mengaku baru melaporkan Ustaz Abdul Somad Senin hari ini karena baru mendapatkan video ceramahnya beberapa waktu lalu. "Jadi kami adalah organisasi anti intoleran. Kami melaporkan ustaz Abdul Somad karena Indonesia adalah negara hukum," tukas dia.

Ia pun mengaku sudah menyerahkan beberapa barang bukti seperti video yang tersebar di sosial media saat membuat laporan.

Menurut Yusuf, sebagai tokoh agama, Ustaz Abdul Somad seharusnya lebih mengedepankan persatuan bangsa daripada perpecahan. Apalagi, isi pertanyaan dalam video tersebut mengandung unsur Sara.

"Seharusnya kalau Ustaz ada pertanyaan yang menyinggung agama lain, jangan dibahas. Karena dengan dibahas banyak umat kristiani yang tersakiti," katanya.

Dalam kasus ini katanya, Ustaz Abdul Somad dilaporkan atas dugaan Pasal 156 KHUP tentang penistaan agama dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara. (bum)

  • Penjelasan Resmi MUI

Pengurus Pusat MUI memberikan penjelasan terkait pemanggilan UAS ke MUI siang ini. Inilah harapan MUI terkait kasus tersebut.

USTAZ Abdul Somad atau UAS dipanggil MUI (Majelis Ulama Indonesia) terkait video viral media di media sosial (medsos). Alasan MUI panggil UAS terkait ceramah yang bersangkutan tiga tahun lalu di sebuah masjid.

Rekaman ceramah UAS dalam bentuk video kemudian beredar dan menjadi viral di medsos yang berbuntut laporan ke polisi. Kepada Wartakotalive.com, pengurus pusat MUI menjelaskan alasan memanggil Ustaz Abdul Somad (UAS) Rabu (21/8/2019) sore ini.

Penjelasan MUI terkait pemanggilan UAS itu disampaikan salah seorang pengurus pusatnya, yaitu K.H. Muhammad Cholil Nafis, Lc., MA., Ph.D.

  • Siapa KH Cholil Nafis?

KH Cholil Nafis adalah  Ketua Komisi Dakwah dan Pengembangan Masyarakat MUI Pusat (2015-2020).

"Ya betul. Siang nanti sekitar jam 15:00 WIB, MUI akan memanggil Ustaz Abdul Somad untuk bertabayun," ujar Muhammad Cholil Nafis kepada Wartakotalive.com.

Sebagai pengurus yang membidangi masalah dakwah, semula Cholil Nafis akan ikut hadir dalam pertemuan dengan UAS. Tetapi, karena ada halangan sehingga Cholil Nafis tidak ikut dalam pertemuan.

"Paman saya meninggal, saya sedang dalam perjalanan ke bandara, sehingga nanti tidak bisa ikut pertemuan dengan Ustaz Abdul Somad," ujar Cholil Nafis.

Menurut Cholil, sejumlah pengurus pusat, terutama yang membidangi masalah dakwah dan juga kerukunan umat beragama, akan hadir dalam pertemuan untuk tabayun UAS tersebut.

Menurut Cholil Nafis, tabayun MUI kepada UAS diperlukan sebelum MUI mengambil langkah selanjutnya untuk menyikapi dinamika yang muncul di masyarakat sebagai buntut ceramah UAS.

"Tentu saya tidak bisa berandai-andai apa yang akan dilakukan MUI dalam kasus UAS ini. Kan tabayunnya baru akan berlangsung nanti jam tiga," ujar Cholil Nafis.

Hanya saja, sebagai orang Indonesia, MUI berharap agar dinamika yang muncul di masyarakat terkait ceramah UAS tersebut diselesaikan dengan cara-cara musyawarah dan penuh kedamaian. 

"Tradisi Indonesia saya kira selalu mengedepankan cara kekeluargaan dalam mengatasi sengketa. Kita tempuh jalan damai, jalan musyawarah lah," katanya.

Apalagi, kata Cholil Nafis, video ceramah Ustaz Abdul Somad yang berbuntut laporan ke polisi tersebut adalah video lama.

Ketika ditanya apakah ada kemungkinan kasus ini berakhir di ranah hukum, Cholil Nafis mengatakan, bukan ranah MUI bicara soal hukum.

"Soal hukum, itu bukan ranah MUI. Kita selesaikan dengan cara musyawarah. Kalau tak bisa ya pastinya ke jalur hukum. Tapi, yang tersinggung kan mereka, bukan MUI," katanya.

Ketika ditanya apakah MUI menjalin komunikasi dengan Konferensi Wali Gereja Indonesia (KWI) dan Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI), menurut Cholil Nafis, MUI secara rutin berkomunikasi dengan berbagai pihak.

Tetapi, kata Cholil, komunikasi itu tidak khusus untuk membahas video ceramah UAS.

  • Saling Lapor Polisi

Dua organisasi saling lapor ke polisi.Sudiarto dari Horas Bangso Batak dilaporkan ke polisi setelah dua hari sebelumnya melaporkan UAS ke Bareskrim polri.

Sekelompok orang yang mengaku sebagai Pecinta Ustaz Abdul Somad (UAS) melaporkan balik Sudiarto ke Bareskrim Polri atas dugaan pencemaran nama baik.

Sudiarto dari organisasi masyarakat Horas Bangso Batak (HBB) dilaporkan ke polisi pada Selasa (20/9/2019).

Sudiarto merupakan pihak yang melaporkan Ustaz Abdul Somad (UAS) ke Bareskrim Polri atas tuduhan penistaan agama, Minggu (18/9/2019).

Kuasa hukum sekelompok orang tersebut, Pitra Romadoni, mengatakan bahwa Sudiarto telah mencemarkan nama baik Ustaz Abdul Somad karena telah menyebarkan laporannya.

Dasar dan laporan tersebut karena nama baik Abdul Somad sudah tercemar dengan adanya bukti laporan polisi yang disebarkan ke publik.

"Kalau memang dia mau melaporkan ke polisi, silakan melaporkan begitu, tetapi jangan dipermalukan seperti ini," ujar Pitra Romadoni di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Selasa.

Laporan tersebut diterima pihak kepolisian dan terdaftar dengan nomor LP/B/0732/VIII/2019/Bareskrim, tertanggal 20 Agustus 2019.

Pitra mengatakan, pihaknya menyertakan sejumlah bukti berupa laporan serta akun Facebook (FB) yang menyebarkan UAS dilaporkan ke polisi.

"Bukti LP terlapor yang disebarluaskan, sehingga mencemarkan nama baik UAS, dan bukti akun pribadi yang posting LP terhadap UAS," ucap Pitra ketika dikonfirmasi wartawan, Selasa.

  • Laporan GMKI ke Bareskrim Polri

Sebelumnya, Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) juga melaporkan Ustaz Somad ke Bareskrim Polri dengan dugaan penistaan agama, pada Senin (19/8/2019).

Laporan tersebut terkait dengan video ceramah Ustaz Abdul Somad yang viral di media sosial dalam sepekan terakhir. Di media sosial, beredar sebuah video penjelasan dari Abdul Somad mengenai pernyataannya.

Menurut Ustaz Somad, video itu berdasarkan ceramah yang disampaikan tiga tahun lalu. Dia tidak bermaksud merusak hubungan antar-agama di Tanah Air.

Saat itu, dia hanya berupaya menjawab pertanyaan seorang jemaah. Selain itu, Ustaz Somad menyatakan bahwa pernyataan itu disampaikan dalam forum tertutup yaitu di masjid, untuk kalangan tertentu, yaitu jemaah di dalam masjid.

HBB Laporkan UAS ke Polisi

Organisasi HBB laporkan UAS ke polisi HBB adalah Horas Bangso Batak (HBB). Ustaz Abdul Somad (UAS) dilaporkan ke polisi atas kasus dugaan kejahatan terhadap ketertiban umum. Laporan itu terkait dengan video ceramah Ustaz Somad yang viral di sosial media dalam sepekan terakhir.

Laporan itu terdaftar dalam nomor laporan polisi LP/5087/VIII/2019/PMJ/Dit. Reskrimum tanggal 19 Agustus 2019.

Kuasa hukum organisasi HBB Erwin Situmorang mengatakan, video ceramah Ustaz Somad viral di sosial media pada 16 Agustus ini. Video tersebut diambil di Pekanbaru, Riau pada tahun 2016.

"Pertama kali kami melihat di grup WhatsApp HBB sekitar tanggal 16 Agustus lalu. Kami sudah membaca di media sosial bahwa beliau mengatakan ceramah itu terjadi tiga tahun lalu, namun viralnya baru sekarang. Jadi, kami melaporkan sekarang," kata Erwin di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (19/8/2019).

Erwin menilai isi ceramah Ustadz Somad telah menistakan salah satu agama sehingga bisa menimbulkan keributan di publik. Karena itu, ia membuat laporan tersebut guna memberikan efek jera terhadap Ustaz Somad dan para tokoh lainnya.

Ia berharap mereka lebih berhati-hati dalam menyampaikan ceramah di hadapan publik. "Negara ini sedang membangun dan merajut kembali kebersamaaan. Jangan sampai terkoyak kembali dengan oknum tersebut," ungkap Erwin.

Dalam laporannya, Erwin membawa barang bukti berupa flashdisk yang berisi rekaman video ceramah Ustaz Somad. Pasal yang disangkakan adalah Pasal 156 KUHP tentang kejahatan terhadap kriminal umum.

  • Lima Penjelasan UAS

Ustadz Abdul Somad memberikan klarifikasi secara terbuka terkait polemik video viral berisi pernyataannya. Klarifikasi itu dipaparkan Ustadz Abdul Somad di kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Jakarta, Rabu (20/8/2019) sore.

Berikut lima penjelasan dari Ustadz Abdul Somad:

1. Silaturahim MUI Provinsi Riau dan MUI Pusat
Menurut Ustadz Abdul Somad, kehadirannya ke kantor MUI Pusat adalah untuk bersilaturahmi.

Dirinya sebagai anggota Komisi Fatwa MUI Provinsi Riau bersilaturahmi dengan para ulama di MUI pusat.

"Saya datang ke MUI pusat untuk silaturahmi. Saya datang bukan ke atasan, karena kami bukan karyawan swasta. Tapi silaturahmi MUI provinsi dan MUI pusat," ujar Ustadz Abdul Somad.

2. Jelaskan Soal Video Viral
Yang kedua, kata Ustadz Abdul Somad, dirinya sebagai warga negara Indonesia yang baik ingin segera menjelaskan video ceramah yang viral.

Penjelasan itu perlu dilakukan agar jangan sampai rakyat menjadi korban akibat video ceramah dirinya yang kini viral.

3. Ceramah untuk Jawab Pertanyaan
Menurut Ustadz Abdul Somad, ceramah dirinya bukan semata-mata mengkaji masalah agama lain, tetapi hanya menjawab salah satu pertanyaan dari peserta kajian Sabtu subuh di Masjid An Nur, Pekanbaru, Riau, sekitar tiga tahun silam.

"Ceramah saya yang viral itu untuk menjawab pertanyaan, bukan tema kajian, bukan inti ceramah," ujar Ustadz Abdul Somad.

Ia menambahkan, "Saya punya kajian di Masjid An Nur Pekanbaru. Saya ada kajian setiap Sabtu subuh. Saat itu ada yang bertanya, lalu saya jawab."

4. Disampaikan di Masjid An Nur Pekanbaru Riau
Menurut UAS, ceramah yang ia lakukan di tempat khusus ibadah umat Islam, yaitu Masjid An Nur.

"Jadi, ceramah bukan di tempat terbuka tetapi di masjid," katanya.

5. Disampaikan di Komunitas Muslim
Ustadz Abdul Somad mengatakan, ceramah tersebut disampaikan di komunitas Muslim yang dilakukan di dalam masjid.

“Ceramah itu bukan disampaikan di TV, bukan tabligh akbar di stadion sepak bola, tapi di pengajian,” ujarnya.

"Itu disampaikan di tengah komunitas muslim, di masjid, di tengah umat Islam, dalam kajian khusus sabtu subuh," imbuhnya.

Menurut Ustadz Abdul Somad, ia bicara seperti dalam video itu karena menyangkut keyakinan dalam Islam (Muslim) atau soal akidah.

sumber: tribunnews.com

Editor: sella.