HETANEWS

Terkait Dewan Pengawas, Sumut Watch: Sekda Tidak Gentleman Dan Main-Main, Walikota "Tak Tahu Apa-Apa"

Pelantikan Dewan Pengawas dari 3 Perusahaan hasil seleksi pansel beberapa waktu lalu.(Foto/Doc Hetanews)

Siantar, hetanews.com - Terkait permasalahan salah satu dewan pengawas yang sejak awak telah menyalahi prosedur, menurut Sumut Watch jika Sekda tidak gentleman dan main-main, dan Walikota "Tidak Tahu Apa-Apa".

Ketika diwawancarai oleh hetanews, Rabu, (21/08/2019) Daulat Sihombing menyebutkan jika sejak awal dia menduga seleksi hanya dilakukan untuk mengikuti prosedur saja.

" Saya melihat sejak awal ini sudah diplot, jadi seleksi hanya formalitas aja, karena sebelum dilakukannya seleksi dia (Subaktiar) sudah berfoto bersama dengan Walikota, seakan-akan memberitahu kalau orang dekat Walikota,"sebutnya.

Namun kata Daulat dia sangat menyayangkan sikap dari Sekertaris Daerah (Sekda) Budi Utari Siregar tetap meloloskan Subaktiar yang diduga Daulat Sekda sebagai Ketua Pansel telah mengetahui kesalahan dari Subaktiar.

"Disini Sekda tidak Gentleman, main-main dia, pokoknya asal siap bos,"katanya kesel.

Padahal kata Daulat, masuknya Budi Utari Siregar sebagai Sekda dia berharap dapat merubah kondisi birokrasi yang sudah carut marut, namun harapan Daulat terasa sia-sia melihat banyaknya kesalahan Pemko dalam mengambil kebijakan.

" Padahal kalau melihat latar belakang akademisnya harusnya dia bisa memperbaiki benang kusut ini, ternyata dia tidak gentlemen, malah main-main,"katanya.

Masih kata Daulat hal ini membuktikan jika Walikota memang tidak mengerti apa-apa soal hukum dan birokrasi.

"kejadian ini membuktikan jika Walikota dalam tanda kutip tidak tahu apa-apa baik hukum maupun birokrasi," paparnya.

Dikatakan bahwa Subaktiar telah mengundurkan diri akibat kejadian tersebut, Daulat mengatakan hal itu tidak menyelesaikan masalah.

"Tidak masalah dia mengundurkan diri, tapi keputusan atau SK pengangkatan mereka batal demi hukum, jadi pengangkatan ketiga dewan pengawas itu harus dibatalkan, karena sejak awal sudah menyalahi prosedur," katanya.

Penulis: tom. Editor: tom.