HETANEWS

Sewa Lapangan Farel Paribu Untuk Konser Hanya 6 Juta

Lapangan Farel Pasaribu

Siantar, hetanews.com - Penggunaan Lapangan Farel Pasaribu untuk kegiatan komersil seperti konser musik hanya Rp.6 Juta per hari. Hal itu diatur dalam Perda (Peraturan Daerah) No 9 Tahun 2014.

Selain untuk kegiatan komersil, Lapangan Farel Pasaribu juga diperuntukkan untuk kegiatan non komersil. Misalnya kegiatan keagamaan, sosial, budaya dan olah raga serta kegiatan pameran. 

Untuk tahun ini target PAD (Pendapatan Asli Daerah) dari sewa lapangan tersebut sebesar Rp.50 Juta. Dan sampai sampai saat ini, Dinas Pariwisata sebagai pengelola masih mengantongi PAD dari retribusi lapangan sebesar Rp.13 Juta.

Belum lama ini Pemko Pematangsiantar mengeluarkan dana APBD yang tidak sedikit untuk perbaikan lapangan dan pengadaan fasilitas olah raga di Lapangan Farel Pasaribu. Namun pembangunan itu tak sepenuhnya dapat dinikmati lantaran karena kondisinya saat ini banyak yang rusak dan tidak terawat.

Ditambah lagi, pemakaian tempat untuk kegiatan komersil seperti konser musik, yang mendatangkan ribuan jiwa berpotensi sekali menambah kerusakan lapangan yang konon katanya mulai dipakai untuk 'semi' sarana olah raga.

Kota Pematangsiantar Kekurangan Ruang

Kadis Pariwisata Kota Pematangsiantar, Kusdianto mengakui bahwa penggunaan Lapangan Farel Pasaribu untuk kegiatan komersial seperti konser berdampak terhadap kondisi lapangan yang berpotensi rusak. 

Apalagi, sambung dia, biaya perbaikan lapangan yang dikenal masyarakat Siantar dengan julukan Lapangan Horbo itu tidak sedikit. Termasuk pengadaan fasilitas hingga sarana olah raga yang ada di dalamnya.

"Jadi kepada pemohon [penyewa lapangan] sudah kami sampaikan supaya lapangan tetap diperhatikan. Fasilitas dan kebersihannya dijaga, apalagi habis konser," kata Kadis Pariwisata yang baru dilantik ini, Rabu (21/8/2019).

Kusdianto menambahkan, kondisi kota Pematangsiantar saat ini sangat kekurangan ruang dan sarana. Misalnya untuk kegiatan even atau konser tidak memiliki tempat yang tepat. Selain itu fasilitas olah raga dan ruang terbuka hijau.

"Kota ini sudah kekurangan ruang. Kegiatan seperti konser seharusnya tak lagi memakai fasilitas untuk publik. Karena dampaknya dapat merugikan," tutup Kusdianto mengakhiri.

Baca juga: Warga Sekitar Lapangan Farel Pasaribu Minta Pemko Siantar Batalkan Konser Shaggydog

Penulis: gee. Editor: edo.