HETANEWS

Galian C Ilegal Milik Pardede Kembali Digerebek Polisi, Dump Truk Diamankan, Excavator Disegel

Lokasi galian C illegal milik marga Pardede, di Tanjung Tongah, Kecamatan Siantar Martoba yang digerebek Polres Siantar. (foto/hza)

Siantar, hetanews.com - Polres Siantar kembali menggerebek galian C milik marga Pardede yang letaknya dekat pemukiman warga, di Jalan Tanjung Tongah, Kelurahan Tanjung Tongah, Kecamatan Siantar Martoba.

Sebelum penggerebekan yang kedua kalinya, Polres Siantar juga menggerebek galian C illegal milik marga Pardede, di atas lahan Eks PTPN III Kebun Bangun, di Jalan Tanjung Pinggir, Kelurahan Tanjung Pinggir, Kecamatan Siantar Martoba.

Dari penggerebekan pertama, Polres Siantar menyita satu unit mobil dump truck dan alat excavator turut disegel dengan diberi garis police line.

Untuk penggerebekan yang kedua kalinya tersebut, berlangsung pada Selasa (20/8/2019) sore, yang dipimpin langsung oleh Kasat Reskrim, Iptu Nur Istiono.

Dalam penggerebekan dan setibanya polisi, di galian C illegal milik marga Pardede ini, tengah beroperasi memuat tanah ke dalam dump truck menggunakan excavator.

Dump truk muatan tanah disita Polres Siantar, Rabu (21/8/2019). (foto/hza)

Pasca penggerekan yang dipimpin Kasat Reskrim tersebut, petugas memboyong barang bukti satu unit dump truck, bermuatan tanah dan excavator disegel dengan garis police line, yang kini ditinggal di lokasi penggerebekan. Selain itu juga, Getruida Manullang, istri dari pemilik galian C, dibawa guna dimintai keterangan.

"Dibilang orang itu, tanah disumbangkan ke masjid, dan faktanya tanah dijual. Kasus yang pertama saja belum selesai. Sejak dari pagi, kami sudah intip aktivitas galian C itu,"ucap salah seorang personel.

Sementara itu, Rabu (21/8/2019), Kapolres Siantar, AKBP Heribertus Ompusunggu, melalui Plh Humas Aipda Napena yang dikonfirmasi mengatakan, barang bukti mobil dump truck sudah diamankan, kasusnya tahap proses penyelidikan.

"Saat ini, kasus galian C ini masih dalam proses pemeriksa saksi-saksi lainnya. Kasusnya juga akan dilakukan gelar perkara," kata Napena, ketika dikonfirmasi.

Diberitakan sebelumnya, akibat dari keberadaan galian C tersebut, berdampak buruk bagi pengguna jalan dan warga setempat yang mana kondisi jalan kotor dan berabu.

Lebih parahnya lagi, ketika wartawan coba mengabadikan lokasi galian C yang lagi beroperasi, beberapa waktu lalu, anak pemilik galian C biasa dipanggil Ucok, marah-marah dan nyaris berkelahi dengan wartawan yang datang kelokasi galian C tersebut.

Penulis: hza. Editor: gun.