HETANEWS

Soekirman: Jumlah Jemaah Indonesia yang Meninggal di Tanah Suci Mencapai 230 Orang

Kadis Kominfo Pemkab Sergai, Drs.H Akmal MSi.

Sergai, hetanews.com - Sebagian jemaah haji banyak yang mengalami penurunan daya tahan tubuh. Menurut Dr Arifah dari tim PPIH promotif preventif Depkes menyatakan, angka sakit dan meninggal dunia, meningkat setelah melaksanakan Armuna. Yang menjadi penyebabnya antara lain, karena keletihan, cuaca extrim dan metabolik. Selanjutnya faktor stress, juga dapat menimbulkan sakit.

Gejala dimulai tidak mau makan dan daya tahan tubuh menurun serta disusul flu, dan terganggunya saluran nafas. Inilah penyebab naiknya angka sakit dan jemaah meninggal dunia di Makkah, ujar Ketua TPHD Sergai, Ir H Soekirman via WhatApps, langsung dari Makkah, Arab Saudi, yang disampaikan kepada Kadis Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Pemkab Sergai, Drs H Akmal, M.Si, di ruang kerjanya kepada awak media, di komplek perkantoran Bupati Sergai, di kecamatan Sei Rampah, Rabu (21/8/2019) pagi tadi.

Soekirman juga mengatakan, hingga saat ini jumlah jemaah Indonesia meninggal di tanah suci mencapai lebih dari 230 orang. Sementara jemaah yang mulai sakit dan tidak bisa ditangani, di posko kloter, dirujuk ke KKHI sektor. Akan tetapi, jika masih tidak teratasi, maka akan dirujuk ke RS Arab Saudi.

Sedangkan Tim PPIH, juga menyarankan agar jemaah yang mengalami sakit segera periksa kesehatan ke TKHI kloter.

Jangan menunggu waktu, karena pencegahan awal lebih baik daripada mengobati. Demikian kesimpulan penyuluhan tanggal 20 Agustus 2019,  di Rehab al Mahabba Hotel Makkah, ujar Soekirman mengakhiri, melalui Kadis Kominfo.

Penulis: sutrisno. Editor: gun.