HETANEWS

Cerita Jokowi Semobil dengan Pangeran Abu Dhabi

Jokowi dan Putra Mahkota Abu Dhabi.

Jakarta, hetanews.com - Putra Mahkota Abu Dhabi Sheikh Mohamed Bin Zayed Al Nahyan memberikan hadiah berupa masjid untuk Presiden Joko Widodo. Masjid tersebut rencananya akan dibangun di Solo, Jawa Tengah.

Lewat akun instagramnya, Jokowi menceritakan kedekatannya dengan Abu Dhabi Sheikh Mohamed. Kedekatan keduanya yaitu bermula pada 2015 silam, saat Jokowi tengah melakukan kunjungan kerja ke Abu Dhabi, Uni Emirate Arab (UEA).

"Saya dijemput Putra Mahkota Sheikh Mohamed bin Zayed di tangga pesawat," tulis Jokowi di akun instagram pribadi-nya @jokowi, Rabu (21/8).

Tak hanya itu, Jokowi juga diajak semobil oleh Mohamed. Bahkan, putra penguasa Abu Dhabi itu menyupiri Jokowi.

"Begitu turun saya diajak naik mobil beliau. Sheikh Mohamed sendiri yang duduk di balik kemudi. Tak banyak aturan protokol, begitu cepat dan sederhana," ujarnya.

"Sheikh Mohamed sempat bertanya: 'Presiden Jokowi izin dulu ke protokol?' Ah, saya enggak usah izin, saya langsung naik saja. Kalau saya ngomong pasti enggak boleh demi keamanan," lanjut mantan Gubernur DKI Jakarta itu.

Mobil yang dikendarai Mohamed itu pun melaju. Mantan Wali Kota Solo itu kaget saat mengetahui bahwa kecepatan mobil itu 190-200 kilometer per jam. Padahal, dia merasa mobil tersebut sama sekali tak terasa melaju kencang.

"Duh, kencang sekali mobilnya, ternyata. Saya lirik-lirik, cari-cari ini merek mobilnya, tidak ketemu. Dan saya tidak bertanya ke Sheikh Mohamed. Malu," tuturnya.

Hal serupa juga dilakukan Jokowi saat Mohamed melakukan lawatan ke Indonesia pada Juli 2019. Mantan Walikota Solo itu. secara langsung menjemputnya ke Bandara Internasional Soekarno Hatta Tangerang Banten.

Jokowi pun mengajak Mohamed untuk semobil bersama menuju Istana Kepresidenan Bogor serta mengajaknya melihat Bundaran Hotel Indonesia. Padahal, biasanya Jokowi hanya menyambut tamu negara di Istana Bogor saja.

Hubungan persahabatan itu berlanjut dan Mohamed menghadiahkan Masjid kepada Jokowi. Pihak Istana telah meninjau langsung lahan yang akan dibangun Masjid tersebut.

"Iya, saya sudah meninjau lokasi masjid di Solo, bersama Menteri Energi UEA (Suhail Al Mazrroui) dan Dubes UEA untuk Indonesia (Mohammed Abdulla Al Ghfeli)," ujar Tenaga Ahli Madya Kedeputiaan V Kantor Staf Presiden, Munajat saat dihubungi, Rabu (21/8).

Munajat mengatakan, anggaran dan desain masjid akan ditanggung oleh pemerintah UEA. Menurutnya, desain masjid nantinya akan menggambarkan persahabatan Indonesia-UEA.

"Pokoknya desainnya menggambarkan persahabatan antara UEA dan Indonesia. Nanti desainnya bisa di nama, bisa dibentuk di arsitek bisa di ornamen," tutupnya.

sumber: merdeka.com

Editor: sella.