HETANEWS

TKI di Singapura Divonis Hukuman Penjara 8 Bulan karena Lempar Anak Majikan

TKI di Singapura divonis hukuman penjara 8 bulan karena melempar anak majikan. (Screengrab: Facebook)

Singapura, hetanews.com - Pekerja rumah tangga asal Indonesia divonis hukuman penjara 8 bulan, Selasa (20/8/2019), karena melempar anak laki-laki majikannya yang berusia 5 tahun di lapangan.

Aksi perempuan yang tak disebutkan identitasnya itu direkam menggunakan kamera telepon genggam oleh tetangga dan membagikannya di layanan pesan singkat WeChat, lalu menjadi viral setelah beredar di Facebook dan situs jurnalisme warga Stomp. Peristiwa ini terjadi pada Maret 2019.

Wakil Jaksa Penuntut Ang Siok Chen, Rabu (21/8/2019), mengatakan, pelaku divonis hukuman penjara 8 bulan setelah mengakui bersalah atas satu tuduhan perlakuan kasar terhadap anak-anak.

Pelaku mulai bekerja di keluarga korban pada November 2018. Selain membersihkan rumah, dia juga ditugaskan menjaga anak majikan.

Dalam persidangan terungkap, peristiwa ini terjadi pada 12 Maret 2019 sekitar pukul 09.00 waktu setempat. Saat itu, anak majikan meninggalkan rumah di Edgefield Plains Block 673 C sendirian ke taman tak jauh dari kediaman untuk bermain bola.

Menyadari anak itu meninggalkan rumah, perempuan tersebut menjemputnya untuk dibawa pulang namun dilawan.

TKI itu lalu memukul pantat dan menggedongnya, namun anak itu terus memberontak. Karena frustasi, pelaku melempar anak tersebut ke rumput dan dilakukan sebanyak dua kali. Setelah itu korban tak melawan dan pasrah dibawa pulang.

Keesokan harinya, korban melapor ke ibunya, berusia 34 tahun, mengenai kejadian di lapangan dan mengeluh sakit di leher. Pelaku menepis telah menganiaya dan menjelaskan bahwa korban jatuh sendiri. Sang majikan pun menganggap masalah itu selesai.

Namun dua hari kemudian, sang majikan melihat video yang telah menjadi viral di Facebook mengenai kejadian sebenarnya. Dia pun melaporkan kejadian ini ke polisi dan membawa anaknya ke rumah sakit untuk diperiksa.

Di Singapura, hukuman bagi pelaku penganiayaan anak maksimal 4 tahun penjara dan denda 4.000 dolar Singapura.

sumber: inews.id

Editor: sella.