HETANEWS

Miliki 2 Paket Ganja, Diancam Hukuman 12 Tahun Penjara

Biston usai disidangkan

Simalungun,hetanews.com - Biston Sitohang (40), salah seorang terdakwa yang terlibat dalam jaringan narkotika jenis ganja di Kelurahan Raya, Kecamatan Raya, diancam hukuman 12 tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Julius Butar - butar SH, di Pengadilan Negeri (PN) Simalungun, Selasa (17/3/2015).

Menurut jaksa, pria itu terbukti memiliki, perantara, menjual ganja seberat 3,62 gram sebagaimana diatur dalam pasal 114 Undang-Undang (UU)  Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

Sebagai pertimbangan hal yang memberatkan terdakwa dinilai telah merusak generasi bangsa, dan tidak mendukung program pemerintah dalam memberantas narkotika. Sedangkan yang meringankannya, terdakwa belum pernah dihukum.

Jaksa menjelaskan, terdakwa ditangkap Rabu (16/7/2014) sekira pukul 21.00 WIB, di Perumahan Jalan Gereja, Kelurahan Raya, Kecamatan Raya, Kabupaten Simalungun. Bermula ketika saksi Jefri Girsang bersama dengan Syarif Nur Solin dan Marudut Nababan mendapat informasi bahwa di Jalan Lembaga Pemasyarakatan, Kecamatan Raya, sering terjadi penyalahgunaan narkotik jenis ganja.

Kemudian, para saksi langsung berangkat ke tempat kejadian perkara (TKP ) untuk melakukan penyelidikan. Setibanya disana, para saksi melakukan pengintai dari jarak yang bisa terpandang oleh mata di lokasi rumah yang dijadikan tempat transaksi ganja tersebut.

Para saksi sempat melihat seorang laki-laki masuk ke dalam rumah dan memberikan sesuatu kepada laki-laki tersebut. Selanjutnya setelah laki-laki tersebut pergi meninggalkan terdakwa, lalu para saksi langsung menuju rumah terdakwa dan melakukan penggrebekan.

Di dalam rumah, petugas melihat terdakwa bersama dengan istrinya berada di teras. Selanjutnya, mereka menggeledah rumah terdakwa dan menemukan  ganja ada di dalam sebuah tas yang berwarna crem sebanyak 2 bungkus kecil seberat 3,62 gram, dan kertas pembungkus nasi berukuran besar sebanyak 18  lembar dan 3 lembar ukuran kecil serta 1 blok papier.

Usai mendengarkan tuntutan jaksa, majelis hakim yang diketuai Renni Ambarita menunda persidangan sampai Selasa mendatang untuk mendengarkan nota pembelaan terdakwa.

Penulis: res. Editor: aan.