HETANEWS

Spesialnya Risma di Mata Megawati dan Isu Jadi Menteri

Tri Rismaharini

Jakarta, hetanews.com - Hubungan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dengan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini atau Risma sangat dekat. Kedekatan itu terjalin sejak Pilkada Surabaya pada 2010. Risma masuk menjadi kader PDIP.

Statusnya sebagai kader PDIP menambah kedekatan Risma dengan Megawati. Keduanya kerap bertemu membahas situasi politik. Wali Kota Surabaya ini cukup spesial di mata Mega. Oleh karena itu dia sering mendapat tawaran politik dari Mega. Namun Risma sempat menolak tawaran-tawaran itu. Berikut ulasan mengenai Risma sebagai orang yang spesial di mata Mega:

  • Megawati Usung Risma di Pilkada Surabaya

Pada tahun 2010 lalu, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri mengusung Tri Rismaharini atau Risma maju di Pilkada Surabaya. Mega memilih Risma lantaran yakin bisa mengurus dan memajukan Kota Surabaya.

Risma Akhirnya maju bersama Whisnu Sakti Buana. Pasangan ini akhirnya keluar sebagai pemenang Pilkada Surabaya periode 2010-2015. Lima tahun berlalu, Pilkada 2015 kembali digelar. Rupanya kesuksesan Risma membangun Surabaya membuat Mega mengusung dia kembali. Lagi, Risma menang dan memimpin Surabaya kedua kalinya.

  • Diminta Jadi Gubernur DKI

Setelah berhasil di Surabaya, rupanya Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri melirik Tri Rismaharini untuk maju dalam Pilkada DKI Jakarta pada 2017 lalu. Tak hanya soal prestasi di Kota Pahlawan, namun desakan dari warga Jakarta yang menginginkan Risma jadi gubernur membuat Mega menanyakan soal kesediaannya.

Akan tetapi saat itu Risma menolak tawaran Mega. Dia lebih memilih melanjutkan tugasnya di Surabaya.

"Kemarin saya sudah sampaikan ke Ibu, bahwa saya sudah berjanji ke warga Surabaya, saya akan jadi wali kota Surabaya," kata Risma beberapa tahun lalu.

  • Diminta Jadi Menteri Jokowi Periode Pertama

Prestasi Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini membuat Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri memberikan tawaran-tawaran jabatan strategis. Sebelum diminta menjadi gubernur DKI Jakarta di Pilkada 2017, Risma pernah ditawarkan menjadi menteri di kabinet Jokowi-Jusuf Kalla. Namun tawaran itu ditolak oleh Risma. Dia lebih memilih menjadi Wali Kota Surabaya. Dia mengaku sudah berjanji kepada warga Surabaya untuk tetap memimpin Kota Pahlawan tersebut.

"Dulu waktu saya ditawari jadi menteri, pertama saya juga ngadep ke Bu Mega. Saat itu saya tidak mau jadi menteri, jadi Wali Kota Surabaya saja," kata Risma saat itu.

  • Dipilih Jadi Ketua DPP PDIP

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini nampaknya sangat dipercaya oleh Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. Buktinya bukan hanya ditawarkan jadi gubernur DKI Jakarta dan menteri, akan tetapi Risma juga dipilih menjadi ketua DPP PDIP. Awalnya, Mega sempat ragu Risma bakal menerima tawaran ini. Namun saat mengatakan kesediaannya, Mega sedikit terkejut.

"Tadi pagi saya hubungi orang ini dan ternyata mau. Saya pikir ajaib juga kalau mau. Untuk Ketua Bidang Pendidikan dan Kebudayaan Tri Rismaharini," ujar Mega di Kongres V PDIP di Bali.

Mendapat jabatan itu, Risma siap mengemban amanah kepengurusan di DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) periode 2019-2024 sebagai Ketua Bidang Kebudayaan dalam sidang paripurna Kongres V PDIP di Sanur, Bali.

"Saya belum tahu. Nanti saya coba ya. Saya kan belum pernah menjadi pengurus partai, belajarlah nanti, coba dilihat," kata Wali Kota Risma.

Pada Senin (19/8) lalu, Risma resmi dilantik menjadi ketua DPP PDIP.

  • Tolak Jabatan Menteri

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini dikabarkan mendapatkan tawaran menjadi menteri Jokowi di periode kedua. Namun Risma membantah soal tawaran itu. Menurutnya, sampai saat ini belum ada penawaran mengenai menteri Jokowi.

Dia menegaskan tak pernah meminta jabatan menteri kepada Jokowi. "Aku endak pernah minta jabatan itu. Karena itu enggak boleh, menurutku, di agamaku enggak boleh minta itu," kata Risma di Kantor DPP PDIP, Jakarta, Senin (19/8).

Di sisi lain, Risma disebut berpeluang besar maju dalam Pemilihan Gubernur DKI Jakarta yang akan digelar pada tahun 2022 mendatang. Risma merupakan salah satu kader terbaik yang dimiliki partai banteng. Bahkan, sejumlah keberhasilannya memimpin Kota Surabaya bisa menjadi pertimbangan PDIP.

"Iya sangat bisa. Kalau memang rakyat DKI menghendaki kenapa tidak?" kata Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP), Komarudin Watubun, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (20/8).

sumber: merdeka.com

Editor: sella.