HETANEWS

PN Tanjungbalai Hukum Mati Bandar Narkoba Warga Malaysia, Barang Bukti 15 Kg Sabu

Majelis hakim yang menjatuhkan vonis kepada ketiga terdakwa, i Ruang Cakra PN Tanjungbalai, pada Senin (19/8/2019) sore. (foto/ferry)

Tanjungbalai, hetanews.com -  Pengadilan Negeri (PN) Tanjungbalai, menjatuhkan vonis hukuman mati, terhadap Nur Famizal Bin Ramdan, karena terbukti sebagai perantara dalam transaksi narkoba jaringan internasional, Malaysia – Indonesia, di Ruang Cakra PN Tanjungbalai, pada Senin (19/8/2019) sore.

Majelis Hakim yang diketuai oleh Vera Yeti Magdalena, dibantu hakim anggota, Salomo Ginting dan Ahmad Rizal, juga menjatuhkan vonis hukuman seumur hidup, terhadap Agus Yanto. Sementara terdakwa Diki Purwanto, dijatuhkan hukuman 18  tahun penjara. 

Vonis ini, jauh lebih tinggi dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU), yang menuntut ketiga terdakwa dengan tuntutan 19 tahun penjara.

Sidang  putusan ketiga terdakwa ini, tampak mendapat pengawalan ketat dari pihak kepolisian dengan menerjunkan puluhan polisi, baik yang berseragam, maupun berpakain sipil. Apalagi kasus ini mendapat perhatian warga dan menjadi perbincangan, di kalangan warga.

Untuk diketahui, sebelumnya pada Selasa (18/12),  sekira pukul 19.30 WIB, personil Satres Narkoba, menggulung sindikat narkoba jaringan internasional Indonesia – Malaysia, dengan meringkus 3 orang tersangka dan salah seorang diantaranya, oknum anggota Polres Tanjungbalai.

Brigadir Diki Purwanto (30) yang  bertugas di satuan intelkam Polres Tanjungbalai, diringkus bersama dua tersangka lainnya, yakni, Agus Yanto (36),  warga Tanjungbalai dan Nur Famizal Bin Ramdan (23),  warga Malaysia.

Pengungkapan sindikat narkoba jaringan internasional ini, berdasarkan informasi dari masyarakat, yang mengatakan, bahwa ada 2  unit mobil yang diduga membawa narkotika jenis sabu dari Kota Tanjungbalai, menuju Kota Medan.

Nur Famizal Bin Ramdan yang dijatuhi hukuman mati. (foto/ferry)

Mendapat informasi tersebut, personil Satres Narkoba yang dipimpin langsung oleh Kasat Narkoba, AKP Adi Haryono, melakukan pengejaran dan berkoordinasi dengan Sat Reskrim Polres Asahan. Karena target yang ditujukan memasuki wilayah hukum Polres Asahan.

Dan saat tiba di jalan Cokroaminoto Kisaran,  petugas menemukan  mobil Suzuki Vitara BK 1686 SA dan  berhasil diamankan oleh personil Sat Res Narkoba Tanjungbalai dan Sat Reskrim Polres Asahan.

Didalam mobil tersebut, petugas menemukan  3  orang tersangka, yakni, Brigadir Diki Purwanto, Agus Yanto dan Nur Faizal.

Saat dilakukan penggeledahan badan, pakaian dan mobil, petugas tidak menemukan  barang bukti narkoba.

Dan untuk pemeriksaan lanjut, ketiganya diamankan  di Sat Res Narkoba Polres Tanjungbalai.

Hasil interogasi, diperoleh informasi, bahwa  mobil pembawa sabu - sabu  adalah mobil yang berada di belakang mereka, yang mereka kawal, yaitu, Toyota Kijang Innova BK 1565 TW yang dikemudikan oleh RIO (DPO) dan AL (DPO).

Selanjutnya personil Sat Res Narkoba, berupaya melakukan pencarian terhadap mobil tersebut dan sekira  pukul  02.00 WIB, diperoleh informasi dari masyarakat, melihat mobil tersebut, terparkir tanpa pengemudi, di perkebunan sawit, di  Jalinsum Simpang Pasar I Desa Perkebunan Sukaraja, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Asahan.

Kemudian  personil Sat Res Narkoba membawa ketiga tersangka  ke lokasi ditemukannya mobil.

Setibanya di lokasi penemuan mobil,  didampingi kepala lingkungan dan warga, petugas memerintahkan tersangka untuk membuka mobil tersebut.

Dan dari dalam mobil itu, ditemukan 3  tas ransel warna hitam dan setelah dibuka isinya oleh tersangka, ternyata berisi 15  bungkus teh cina warna hijau merk Guanyinwang yang  berisi sabu dengan  berat total keseluruhan sekitar 15.000 gram atau 15 Kg.

Penulis: ferry. Editor: gun.