HETANEWS

Bunuh PSK yang Dikencaninya, Tukang Pisang Ini Dituntut 10 Tahun Bui

Samidi, pakai tongkat karena kakinya bengkak akibat penyakit asam uratnya kambuh saat digiring petugas. (foto/ay)

Simalungun, hetanews.com - Jaksa Doniel Ferdinan SH, menuntut terdakwa Samidi als Senen (45), warga Dusun III Margomulyo, Kecamatan Gunung Malela, dengan pidana penjara selama 10 tahun, dikurangi masa tahanan sementara yang telah dijalaninya.

Ancaman hukuman itu, dibacakan jaksa, di PN Simalungun, Selasa (20/8/2019).       

"Saya mohon keringanan hukuman yang mulia, saya menyesal,"kata Samidi bermohon, yang kesehariannya bekerja sebagai tukang valas pisang. Terdakwa dipersalahkan jaksa, melanggar pasal 338 KUH Pidana.       

Terdakwa terbukti menghabisi nyawa seorang pekerja seks komersil (PSK). Perbuatan itu, dilakukannya, pada Selasa (19/3/2019) lalu, di areal kebun kelapa sawit Afd.III Kebun Laras, Nagori Silau Bayu, Kecamatan Gunung Maligas.

Peristiwa ini, sempat menghebohkan warga karena ditemukannya sosok mayat wanita.       

Samidi ditangkap satu bulan kemudian, pasca pembunuhan terhadap korban Ngatiyem. Pria dengan  nama panggilan Senen ini, nekat menghabisi korbannya usai melampiaskan nafsunya, karena tidak punya uang untuk membayar.        

Bermula, terdakwa yang suka mencari PSK ini, berangkat dari rumahnya, karena istrinya sedang "datang bulan" ke jalan Thamrin Siantar. Karena sebelumnya terdakwa pernah memboking Lilis br Siregar als Kriwil, dari jalan Thamrin dan melakukan persetubuhan, di lokasi kebun sawit yang sama.         

Lelah berkeliling kota Siantar, hingga sampai ke Taman Bunga, terdakwa kembali lagi ke jalan Thamrin dan dipanggil oleh korban Ngatiyem. Korban pun bersedia dibayar Rp 50 ribu dan dibawa ke kebun sawit.        

Saat korban meminta bayarannya, terdakwa tidak bersedia membayar dan menikam bagian punggung korbannya dengan pisau yang diselipkan, di jok sepeda motor Honda Revo BK.3496 TBI. Pisau terebut, biasa digunakan terdakwa untuk mencongkel pisang.        

Karena ditagih bayaran, takut malu dan ketahuan, maka terdakwa nekat membunuh korban. Setelah satu bulan, terdakwa kembali mencari PSK di lokasi yang sama dan ditangkap petugas.        

Untuk mendengarkan putusan majelis hakim, Hendrawan Nainggolan SH, Nasfi Firdaus SH MH dan Mince Ginting SH, menunda persidangan hingga Selasa mendatang. 

Penulis: ay. Editor: gun.