HETANEWS

28 Bulan Bergabung, Nasabah Prudential Tak Terima Dana Pengobatan

Kantor Prudential Siantar

Simalugun, hetanews.com - Runggu Boru Sitindaon (56) yang tercatat sebagai nasabah asuransi Prudential Kota Siantar harus berjuang keras mencari dana untuk menyembuhkan penyakit yang dideritanya.

Diketahui Runggu sudah bergabung menjadi nasabah Prudential selama 28 bulan, namun tak sedikit pun ia merasakan bantuan dana dari perusahaan asuransi tersebut.

Hal ini disampaikannya ketika ditemui kru hetanews.com di rumahnya, Huta Kampung Tempel, Nagori Sigudang Barat, Kecamatan Pane , Kabupaten Simalungun, Selasa (17/3) sekira pukul 17.00 WIB.

Didampingi anaknya, Dorlan Simarmata, Runggu menceritakan kesedihannya, ketika harus berusaha keras mencari dana untuk membantu kesembuhan penyakit stroke ringan yang sudah dideritanya dua tahun belakangan ini.

Awalnya, ibu enam anak ini tertarik masuk ke Prudential lantaran dirinya diiming- imingi, jika bergabung bersama memiliki banyak keuntungan , namun nyatanya berbanding terbalik. Pada 24 Desember 2014, penyakit yang dideritanya sudah cukup para, sehingga harus dilarikan ke Rumah Sakit (RS) Vita Insani Kota Siantar, dan selama seminggu dirawat.

Selanjutnya pada 31 Desember 2014,meskipun kondisinya masih lemah, Runggu harus keluar dari RS Vita Insani lantaran suasana Tahun Baru, karena para keluarga dan saudaranya dari luar kota sudah menunggunya di kampung.

"Waktu itu saya belum sehat total, tapi karena udah banyak keluarga yang berkumpul ke rumah, makanya pulang dibawa anak-anak agar biar sama -sama Tahun Baruan,"ucapnya.

Untuk pengurusan biaya perawatannya selama di RS Vita Insani, ibu yang berprofesi sebagai petani ini mengaku, merogoh kocek sebesar  Rp 12,2 juta. Bahkan dia dan anak-anaknya kocar-kacir meminjam uang untuk membayarnya. Hal itu ia lakukan karena ia tidak punya uang dan Prudential tak mau  bertanggungjawab saat itu.

"Waktu ngurus biaya check out, orang Prudential datang ke RS Vita Insani tapi gak mau ngasi uangnya. alasannya nama di Kartu Tanda Penduduk (KTP) gak sesuai. Memang waktu saya masuk jadi nabasah Prudensial, pakai KTP yang lama sekarang ada KTP Elektronik (e-KTP). Di KTP yang lama itu saya dibuat boru Tindaon, sementara e-KYP  boru Sitindaon," ujarnya.

Kesalahan adminstrasi tersebut menjadi alasan pihak Prudential tidak mencairkan uang perobatanya, akibatnya Runggu terpaksa mengutang agar keluar dari rumah sakit.

Penulis: gee. Editor: aan.

Ikuti Heta News di Facebook, Twitter, Instagram, YouTube, dan Google News untuk selalu mendapatkan info terbaru.

Komentar 1
  • Elda Muliani
    Tolong kepada penulis dan editor utk tidak memuat berita hanya dari satu sumbernya saja (pihak korban). Namun perlu diadakan juga wawancara kepada pihak terkait (PT Prudential) sehingga tidak menimbulkan ketimpangan. Supaya masyarakat jelas pula mengenai hak dan kewajiban perusahaan asuransi dan nasabahnya. Jgn hanya tampilkan berita dr sisi korbannya saja. Pihak prudentialnya udh di coba di wawancarai belum? Kesannya seperti ini membuat nama perusahaan asuransinya yg tdk bagus. Pdhl semua perusahaan juga ada prosedurnya. Thanks.