HETANEWS

Akibat Masuk Semak-Semak, Marlon Tertangkap Simpan Ganja

Masnauli memberikan kesaksian di persidangan

Simalungun, hetanews.com - Awalnya Masnauli br Saragih, dijanjikan pekerjaan oleh Marlon Frando Sinaga (27) warga Pasar Gunung, Nagori Dalig Raya, Kabupaten Simalungun.

Namun, ketika sepakat bertemu di Jalan Horailam Saragih, Kecamatan Pematang Raya, Kabupaten Simalungun, Masnauli malah diajak masuk ke dalam semak-semak.

Sialnya, dua anggota polisi yang sudah mengintip keduanya ketika memasuki semak - semak langsung menangkap Marlon yang kini menjadi terdakwa di Pengadilan Negeri (PN) Simalungun. Ketika diminta identitas, polisi malah mendapati Marlon menyimpan satu bungkus ganja di dalam dompetnya.

Di persidangan, Selasa (17/3/2015), Marlon mengaku hanya ingin mengajak Masnauli mengobrol di pinggir jalan. Namun, dia tidak membantah memaksa Masnauli untuk duduk diatas tanah yang banyak semak-semak.

"Cuma mau ngobrol nya, saya ajak duduk diatas tanah bukan di semak. Gak ada  niat yang lain. Saya baru sekali itu bertemu dengannya, minta dicarikan kerjaan, jadi diajak ketemu disitu," ujar Marlon dihadapan majelis hakim yang diketuai Silvianingsih SH.

Sementara, Masnauli mengaku dipaksa dan ditarik agar duduk diatas semak-semak. Masnauli yang curiga kepada pria yang baru dikenalnya itu lantas memberontak dan minta pulang. Ketika Masna menolak tarikan Marlon, tiba-tiba dua orang pria mengaku anggota polisi langsung datang dan meminta kartu identitas keduanya.

"Rencananya mau bicarakan kerjaan kian, trus diajak ketemuan disitu. Waktu diajak masuk ke dalam ladang-ladang itu, saya gak curiga. Tapi waktu disuruh turun dari sepeda motor dan duduk diatas semak-semak, saya pun menolak." katanya.

Masnauli menjelaskan, ketika anggota polisi itu meminta kartu identitas, satu bungkusan kecil terjatuh dari dompet Marlon. Ketika disuruh ambil oleh anggota polisi, Marlon mengakui bungkusan yang berisi ganja itu miliknya.

Ketika ditanyakan kepada asal ganja seberat 2,08 gram tersebut, Marlon mengaku hanya meminta dari temannya Wiwit. "Saya mintanya itu bu, lalu saya berikan uang Rp 10 ribu karena dikasihnya," ucap terdakwa yang berusaha mengelabuhi majelis hakim.

"Minta tapi kasih uang sepuluh ribu, berarti beli lah itu. Itu sudah jual beli kalau sudah pakai uang," terang salah satu anggota majelis hakim. Kemudian, Marlon mengaku menggunakan ganja tersebut supaya bisa tidur nyenyak.

Usai mendengarkan keterangan saksi dan terdakwa, majelis hakim menunda persidangan dan memberikan kesempatan kepada Jaksa Penuntut Nova Miranda SH, untuk menyiapkan tuntutan pada sidang Selasa mendatang.

Sebelumnya dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Nova Miranda SH, dijelaskan Marlon ditangkap Minggu (5/10/2014) sekira pukul 17.30 WIB, karena memiliki ganja yang disimpan di dompetnya.

Ganja seberat 2.08 gram itu diakui dibeli dari Wiwit (DPO) seharga Rp 10 ribu. Atas perbuatannya, jaksa mengancam dengan pasal 111 (1) UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Penulis: res. Editor: aan.

Ikuti Heta News di Facebook, Twitter, Instagram, YouTube, dan Google News untuk selalu mendapatkan info terbaru.

Komentar 1