HETANEWS

Polemik Soal Istri Mantan Bupati Asahan Tak Diundang, Ini Jawaban Menohok Kadis Kominfo

Istri mantan Bupati Asahan, Hj. Winda Fitrika Taufan Gama Simatupang (kanan) dan Kadis Kominfo Asahan, H. Rahmad Hidayat Siregar, S.Sos, M.Si (kiri). (Foto/Doc : hetanews.com)

Asahan, hetanews.com - Pelaksanaan upacara peringatan HUT Kemerdekaan RI ke 74 tahun, tingkat Kabupaten Asahan yang dipusatkan di Lapangan Alun-alun Rambate Rataraya Kisaran, Sabtu (17/8/2019) lalu, berlangsung dengan kondusif, khidmat dan penuh kemeriahan.

Tampak hadir pada upacara 'sakral' itu, sejumlah 'Abdi Negara', diantaranya, Plt Bupati Asahan, H. Surya B.Sc, Ketua DPRD Asahan, H. Benteng Panjaitan, Dandim 0208/As, Letkol Inf Sri Marantika Beruh, dan Danlanal TBA, Letkol Laut (P) Ropitno.

Kemudian, Danyon 126/KC, Letkol Inf Mulyono Junaedi, Kapolres Asahan, AKBP Faisal F Napitupulu, Kajari Asahan, Rahmad Purwanto, Ketua PN Kisaran, Ulina Marbun, Sekda, Taufik ZA Siregar, para Staf Ahli, Asisten, Kepala OPD, Camat dan jajaran Pemkab Asahan lainnya.

Kehadiran 'Abdi Negara' penting di tanah 'Rambate Rataraya' itu sudah 'barang tentu', didampingi para istri yang secara otomatis memiliki jabatan organisasi yang melekat padanya.

Seperti istri Plt Bupati Asahan, H. Titiek Sugiarto Surya yang secara otomatis memiliki jabatan organisasi sebagai Plt Ketua TP PKK Kabupaten Asahan, ataupun istri Kapolres Asahan, Dodot Mayasari yang juga secara otomatis menduduki jabatan sebagai Ketua Bhayangkari Cabang Asahan.

Kalimat pengantar tersebut, dilontarkan Kadis Kominfo Asahan, H. Rahmad Hidayat Siregar S.Sos, M.Si, menanggapi fakta yang saat ini menjadi 'buah bibir', di tengah-tengah masyarakat, terkait tidak diundangnya istri mantan Bupati Asahan, Hj. Winda Fitrika Taufan Gama Simatupang, pada upacara yang disaksikan ribuan pasang mata itu.

Di awal perbincangan, Dayat mengatakan, tidak diundangnya mantan istri Bupati Asahan, bukanlah sesuatu hal yang patut untuk dijadikan bahan 'gorengan'. Apalagi menurutnya, saat ini hubungan Pemkab Asahan dengan eks Ketua TP PKK itu sedang 'baik-baik saja'.

"Itu semua tidak ada kaitannya dengan intrik politik yang saat ini santer dikabarkan, bahwa Hj. Winda akan mencalon pada Pilkada 2020 mendatang. Soal tidak diundang, nomenklatur (tata nama, red) beliau di Pemkab juga tidak ada," kata Dayat saat berbincang dengan hetanews.com, melalui sambungan telepon, Senin (19/8/2019) malam.

Upacara peringatan HUT Kemerdekaan RI pada tahun-tahun sebelumnya, lanjut Dayat, Pemkab Asahan juga tidak ada mengundang mantan Bupati beserta keluarganya. Kecuali pada HUT Kabupaten Asahan yang diperingati pada 15 Maret setiap tahunnya, katanya.

"Pada masa Almarhum Pak Taufan (eks Bupati Asahan), setiap peringatan HUT RI, mantan Bupati dan keluarganya juga tidak pernah diundang. Beda kalau HUT atau hari jadi Asahan, mantan Bupati dan keluarganya pasti diundang, karena pihak Pemkab dan DPRD Asahan, pada saat rapat paripurna istimewa akan memberi penghormatan dan penghargaan atas dedikasi serta pengabdian pemimpin daerah sebelumnya,"ujar eks Camat Kota Kisaran Timur ini.

Terakhir, Dayat menegaskan kepada seluruh elemen untuk selektif dan tidak mengaitkan hal-hal yang 'berbau' politik dengan pemerintahan.

Karena menurutnya, Pemkab Asahan saat ini sedang 'concern', dengan pelayanan dan pembangunan daerah.

"Kalaupun ini tahun politik, mohonlah untuk tidak mengait-ngaitkan antara politik dengan pemerintahan, tokoh ini dengan tokoh itu, goreng sana goreng sini. Pemkab itu tidak pandai berpolitik. Karena saat ini Pemkab sedang 'concern' (menaruh perhatian, red) terhadap pelayanan dan pembangunan daerah ke arah yang lebih baik lagi,"tegas Dayat mengakhiri.

Penulis: rendi. Editor: gun.