HETANEWS

Dievakuasi Pasca Masuk Kubangan di Asahan, Tapir Betina Jalani Pemulihan di Taman Hewan Siantar

Tapir betina berusia 7 tahun yang dievakuasi dari Kabupaten Asahan, jalani masa pemulihan, di Taman Hewan Siantar, Senin (19/8/2019). (foto/hza)

Siantar, hetanews.com - Sekor hewan langka berjenis Tapir, masuk ke perkampungan masyarakat. Munculnya tapir, jadi tontonan warga,  pada Jumat (17/8/2019) siang lalu.

Tapir tersebut, memasuki areal PTPN III, di Desa Bandar Selamat, Kecamatan Aek Songsongan, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara (Sumut).

Takut dengan kehadiran manusia, Tapir itu pun lari hingga terperosok, di dalam kubangan, di dalam areal perkebunan.

Kepala Bidang Konservasi Wilayah II Siantar, Seno Pramudita, kepada Hetanews.com, Senin (19/8/2019) mengatakan, pihaknya melakukan evakuasi pasca adanya laporan.

"Setelah kita cek benar ada. Kita meminta warga yang sudah ramai melihat agar tidak menyakiti dan membunuh satwa Tapir ini. Saat itu, kondisi Tapir sudah terikat, agar tidak kabur," ujar Seno.

Lanjut Seno Pramudita, dengan keterbatasan petugas, pihaknya berkoordinasi dengan Taman Hewan Siantar. Akhirnya, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA), berhasil mengevakuasi Tapir tersebut dan membawanya ke Taman Hewan untuk diperiksa.

"Tapir yang kita evakuasi ke Taman Hewan Siantar untuk pemulihan. Tapir berjenis kelamin betina dengan umur 7 tahun. Setelah pemulihan kondisi, baru kita lepasliarkan kembali ke habitatnya," kata Seno lagi.

"Perkiraan kita. Dalam minggu ini sudah bisa kita lepasliarkan kembali kembali ke habitatnya," jelasnya.

Ketika disinggung, apakah kondisi Tapir hamil atau pernah beranak dengan usia 7 tahun? Seno Pramudita menyampaikan, Tapir tersebut masih muda.

"Masih termasuk Tapir muda. Jadi belum hamil atau beranak," pungkasnya.

Penulis: hza. Editor: gun.