HETANEWS

Korban Terbakar, Bripda Fransiskus A Simbolon: Maafkan Pelaku, Ini Tanggapan Ibunda Arta Simanjorang

Polisi terbakar saat unjuk rasa mahasiswa di halaman Pendopo Cianjur

Cianjur, hetanews.com - Luka bakar yang dialami 4 polisi pasca insiden terbakar bensin saat amankan unjuk rasa ricuh memantik perhatian.

Empat anggota polisi yang bertugas di Polres Cianjur pasca insiden terbakar langsung dirawat serius di rumah sakit.

Sabtu (17/8/2019) kemarin, Bripda Fransiskus Aris Simbolon (20), satu dari empat polisi yang terluka bakar, masih terbaring lemah di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.

Perban masih menutupi tubuhnya, termasuk sebagian wajah, telinga, dan lehernya. Tangannya masih diinfus. Slang oksigen juga masih menempel di bagian hidungnya.

Sambil menahan sakit, Aris mengatakan, ia sama sekali tak merasa dendam dengan pengunjuk rasa yang melemparkan kantong berisi bensin ke arah mereka sehingga tubuh mereka terbakar.

"Kami sudah maafkan mereka. Ini sudah bagian dari tugas," kata Aris terbata-bata, sambil berusaha tersenyum, saat ditemui Tribun Jabar di RSHS, kemarin.

Arta Martha Simanjorang, ibunda Aris, yang sepanjang hari kemarin menemani anaknya di RSHS, mengatakan hal senada.

Ia mengatakan, apa yang menimpa anaknya adalah cobaan yang diberikan Tuhan.

"Kami yakin Tuhan akan memberikan yang terbaik bagi kami di kemudian hari. Kami dari keluarga juga sudah memaafkan. Kita, kan, punya Tuhan. Aris juga mengatakan, beberapa saat setelah tersambar api, ia sempat memanjatkan Doa Bapa Kami dan Salam Maria. Kami Katolik," kata Arta.

Arta mengatakan, Aris, putra keduanya, baru lima bulan dilantik menjadi personel Polri. Sejak dirawat di RSHS, kata Arta, tak seorang pun diizinkan membesuk.

Ia berharap pihak rumah sakit bisa memberikan izin jika ada yang ingin membesuk putranya. "Biar Aris bisa didoakan supaya cepat pulih," ujarnya.

Akibat sambaran api, Aris menderita luka bakar hingga 40 persen. Rekannya, Bripda Yuda Muslim, kemarin juga masih dirawat intensif di RSHS.

Dari empat polisi yang mengalami luka bakar saat mengamankan unjuk rasa mahasiswa di depan kantor Pemkab Cianjur, Kamis (15/8), hanya Aris dan Yuda yang dirujuk ke RSHS.

Dua polisi lainnya, Aiptu Erwin dan Bripka Anif, dirujuk ke rumah sakit berbeda.

Erwin, yang mengalami luka bakar 80 persen, dirujuk ke RS Pertamina, Jakarta, sedangkan Anif dirujuk ke RS Sartika Asih, Bandung.

Ditemui di RSHS, kemarin, Bripda Yuda Muslim juga belum bisa banyak bergerak karena sebagian tubuhnya masih dibalut perban. Terbaring di ranjang, Yuda sudah bisa banyak bercerita.

Seperti halnya Aris, Yuda juga mengaku sudah memaafkan mahasiswa yang melempar tubuh mereka dengan kantong bensin.

"Saya sudah ikhlas dan sudah memaafkan. Biarkan Allah yang membalas. Ini risiko dalam menjalankan tugas," ujar Yuda, yang sudah 2,5 tahun menjadi anggota Polri.

"Sejak 2017 saya dilantik menjadi anggota Polri dan penugasan pertama di Dalmas Polres Cianjur. Saya empat kali ikut seleksi anggota polisi dan tentara, tapi akhirnya yang keempat lolos jadi anggota Polri," ujar Yuda, yang 10 September nanti genap berusia 24 tahun.

Saat ditemui kemarin, Yuda ditemani istrinya, Nur Fitriani. Seperti suaminya, Nur juga mengaku ikhlas dengan cobaan ini. "Kami mohon doa supaya lekas sembuh," ujar Nur.

Seperti Aris dan Yuda, kondisi Bripka Anif, yang dirawat di RS Sartika Asih, juga dikabarkan membaik.

sumber: tribunnews.com

Editor: sella.