HETANEWS

PSDS Unggul Melawan PERSESI, Raja Isah: Akhirnya Kita Menemukan Titik Lemah

Simalungun, hetanews.com- Persatuan Sepakbola Deli Serdang [PSDS] unggul 2:0 atas  PERSESI dalam laga uji coba di  lapangan sepak bola TS. Mardjans Saragih, Kodim 02/07 Simalungun, Minggu (18/8/2019) sore.

Klub yang bermarkas di Kabupaten Deli Serdang ini berhasil membobol gawang PERSESI sebanyak dua kali pada babak kedua pertandingan. Ketika itu, pelatih klub yang dijuluki Traktor Kuning ini mengganti beberapa pemain PSDS. 

Meski demikian, Pelatih PSDS, Dosman Sagala berpendapat berbeda. Menurut dia, tim besutannya itu justru bermain kurang maksimal. Seharusnya, kata dia,  PSDS lebih bermain pada level yang sangat baik.

"Saya justru kurang puas. Menurut saya mainnya agak jelek. Apalagi saat babak pertama tadi, sentuhannya hilang. Kalau uji coba ini kan gak jadi jaminan," kata Dosman ditemui usai laga uji coba.

PSDS salah satu klub yang terbilang baik. Kesebelasan asuhan Dosman ini, pada tahun 2017 lalu pernah masuk 8 besar tingkat nasional. Tidak itu saja, PSDS juga sudah 3 kali menjadi juara Liga 3 Sumut. 

Oleh karena itu tak bisa dipungkiri PSDS punya jam terbang dan pengalaman bertanding yang tidak sedikit. Bahkan PSDS tak tanggung-tanggung pernah menjadi jawara ditingkat Sumut.

Dalam pertandingan uji coba ini, Dosman mengapresiasi PERSESI sebagai klub yang punya potensi besar. "Saya lihat PERSESI punya potensial. Asalkan kedepannya bagus," kata Dosman.

PSDS [komtum kuning] melawan PERSESI [kostum merah] dalam laga uji coba, Minggu (18/8/2019)

Sementara itu, Direktur Teknik PERSESI Raja Isah mengatakan, kekalahan kesebelasan  PERSESI dalam uji coba ini adalah proses untuk mengetahui titik lemah dari perkembangan PERSESI.

"Kalau saya tidak terbeban dengan hasil ini. Ini pengalaman baik. Saya butuh tim saya kalah untuk proses. Supaya balance. Kalau tim saya menang terus saya bingung cari lawan yang kuat. Jadi saya senang pertandingan hari ini," katanya.

Menurut Raja Isah, dalam pertandingan uji coba kali ini, akhirnya dapat ditemukan titik lemah dan plus-minus dari pada para pemain Laskar Sang Naualuh. Raja isah mengatakan, titik lemah itu ada pada komunikasi pemain.

"Ada titik lemah. Jadi kita harus perbaiki komunikasi. Ini masalah komunikasi pemain. Jadi kedepan kita harus perbaiki komunikasi. Kalau kita [PERSESI] secara taktis bermain dalam babak pertama dan kedua," katanya.

Selain titik lemah, dalam laga uji coba melawan kesebelasan PSDS, Raja Isah juga menilai ada perkembangan dari pemain PERSESI. Meski demikian, Raja Isah lebih mengesampingkan soal kompetensi personal pemain dan lebih fokus ke kolektivitas tim.

"Kita tadi sempat tukar pemain. Perkembangan [pemain] bagus, bila tendangan penalti bisa save. Itu pertanda baik kita punya kiper yang mungkin punya insting untuk penalti," katanya.

Pemandangan yang begitu seru terjadi di babak kedua pertandingan ini. Selain 2 gol yang dihasilkan penyerang PSDS, Penjaga gawang PERSESI berhasil menyelematkan gawangnya dari gempuran tendangan penalti pemain PSDS yang begitu keras.

Tendangan penalti dari PSDS di menit pertengahan babak kedua itu, adalah keputusan wasit yang menjatuhkan sanksi setelah pemain belakang PERSESI terkena hands ball di kotak penalti. 

Baca juga: Bertanding Away, PERSESI Pulang Membawa Kemenangan

Penulis: gee. Editor: edo.