HETANEWS

Sejak 1969, Puluhan KK di Bukit Kijang Asahan Tak Dialiri Listrik, Ini Tanggapan Pemkab

Ilustrasi : Dengan menggunakan lampu teplok, seorang anak sedang melakukan aktivitas belajar pada malam hari (Foto/Okezone.com)

Asahan, hetanews.com - Dari awal Agustus 2019 hingga hari ini, ramai dan 'marak' pemberitaan di berbagai media massa terkait tidak adanya infrastruktur jaringan listrik dari PLN, bagi warga Dusun III Bukit Kijang, Desa Gunung Melayu, Kecamatan Rahuning, Kabupaten Asahan.

Sejak tahun 1969 atau 24 tahun setelah Indonesia merdeka, lebih dari 30 Kepala Keluarga (KK) di sana, harus bahu-membahu serta 'mempersiapkan diri' untuk 'memerangi' dan melewati malam tanpa 'cahaya kehidupan'.

Mirisnya lagi, selama 50 tahun lebih itu juga, anak-anak usia sekolah harus melakukan aktivitas belajar dan mengaji hanya dengan mengandalkan lampu teplok dan petromax sebagai alternatif dari 'lupanya' Pemerintah akan daerah terpencil yang satu ini.

Dusun yang berjarak lebih kurang 65 KM dari pusat kota Kisaran, ibukota Kabupaten Asahan ini, pada tahun 2010 lalu sempat merasakan penerangan yang berasal dari mesin genset, berkapasitas tinggi yang diperoleh dari program PNPM Mandiri.

Kadis Kominfo Kabupaten Asahan,  H. Rahmad Hidayat Siregar, S.Sos, M.Si (Foto/Int).

"Memang benar, pada tahun 2010, dusun ini sempat merasakan penerangan melalui mesin genset, untuk BBM-nya kita kumpul secara swadaya, perbulan kira-kira 400-500 ribu kita habiskan untuk membeli solar dan waktu penerangan permalamnya mulai pukul 18:00 - 22:00 WIB,"ucap Kepala Desa Gunung Melayu, Syaiful Amri dan ditimpali warga setempat, Parmin, Senin (5/8/2019) lalu, seperti dilansir dari medan.tribunnews.com.

Namun, lanjut Syaiful, mesin genset tersebut tidak bertahan lama, dikarenakan bolak-balik mengalami kerusakan, akhirnya 2 tahun setelahnya mesin itupun tidak dapat difungsikan lagi.

Menanggapi hal itu, juru bicara Pemkab Asahan, melalui Kadis Kominfo Kabupaten Asahan, H. Rahmad Hidayat Siregar, S.Sos, M.Si, mengucapkan terimakasih kepada rekan-rekan media dan para aktivis yang telah menjadi mata dan telinga masyarakat, khususnya terkait permasalahan, di Dusun III Bukit Kijang, Desa Gunung Melayu, Kecamatan Rahuning.

"Ini akan menjadi masukan positif dan juga 'PR' buat kami selaku pemangku kepentingan. Dengan segala upaya dan sesegera mungkin, kami akan turun langsung ke lokasi dan mudah-mudahan ada solusi yang dapat kita tawarkan di sana,"ucap pria yang akrab disapa Dayat, kepada hetanews.com, usai upacara penurunan bendera, di Lapangan Alun-alun Kota Kisaran, Sabtu (17/8/2019).

Penulis: rendi. Editor: gun.