HETANEWS

Ada Kartu Prakerja, Menkeu Fasilitasi Calon Pekerja Jadi Teknopreneur

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.

Jakarta, hetanews.com - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mendukung terciptanya ekosistem ekonomi digital melalui berbagai instrumen fiskal. Salah satunya melalui kartu prakerja yang merupakan salah satu janji kampanye Presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi).

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, kartu prakerja ini akan memfasilitasi para tenaga kerja yang belum bekerja hingga mendapatkan pekerjaan. Hal ini dapat dimanfaatkan oleh para pelaku usaha di bidang teknologi (teknopreneur) untuk meningkatkan keahliannya.

"Pemerintah melalui berbagai program dan policy-nya terus akan menciptakan suatu ekosistem yang diharapkan akan mampu menumbuhkan banyak sekali teknopreneur maupun berbagai pelaku ekonomi digital," ujarnya di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (18/8/2019).

Kartu prakerja ini diperuntukkan bagi 2 juta orang dari dana pendidikan sebanyak Rp10 triliun. Pemerintah mengedepankan ekonomi digital dengan membagi pelatihan untuk 1,5 juta melalui training digital sedangkan 500.000 orang melalui training reguler.

"Ini akan memberikan kesempatan yang luar biasa kepada para teknopreneur untuk bisa menggunakan kesempatan tersebut," kata dia.

Instrumen fiskal ini masuk ke dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2020. Pasalnya, pemerintah tahun depan akan memfokuskan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).

"Kebijakan APBN untuk tahun depan akan berfokus pada SDM. SDM unggul Indonesia akan bisa maju. SDM itu artinya kita akan banyak mengalokasikan pendidikan. Di dalamnya bahkan berbagai instrumen fiskal yang bahkan baru dimunculkan di 2020," ucapnya.

Total alokasi dana pendidikan yang akan digunakan untuk meningkatkan kualitas SDM ini sebanyak Rp505 triliun. Selain kartu prakerja, pemerintah juga mengalokasikan ada Kartu Indonesia Pintar (KIP) kuliah dan kartu sembako.

"Ini semuanya pasti dengan adanya digitalisasi akan memberikan harapan yang lebih besar bahwa anggaran-anggaran tersebut memfasilitasi ide-ide yang luar biasa dari masyarakat Indonesia melalui suatu entrepreneurship berbasiskan teknologi digital," tutur dia.

sumber: inews.id

Editor: sella.