HETANEWS

Gubsu Diminta Tutup Kuari Tak Berizin di Sergai

Presidium Putra Serdang Bedagai, Pahala Sitorus (kiri), yang ditemui wartawan, Sabtu (17/8/2019). (Foto/WH)

Sergai, hetanews.com - Maraknya penambangan terbuka (Kuari) di wilayah Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) yang diduga tidak memiliki izin Galian C dari Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu), tidak hanya merugikan Keuangan daerah, namun ikut merugikan masyarakat sekitar penambangan dan yang berdomisili di sepanjang pinggiran jalan yang dilalui kenderaan truk pengangkut tanah.

Hal itu disampaikan Presidium Putra Sergai, Pahala Sitorus, ketika menerima keluhan masyarakat Pertapaan Lingkungan-5, Kecamatan Tebingtinggi, Kabupaten Sergai, disela - sela peringatan HUT Republik Indonesia ke 74, di Lapangan Sri Mersing Kota Tebingtinggi.

Pahala menegaskan, selaku Presidium Putra Sergai, dia  mendukung adanya pertambangan terbuka  di wilayah Sergai untuk mempercepat penyelesaian Proyek Strategis Nasional pembangunan jalan tol dan pembangunan peningkatan Pelabuhan Kuala Tanjung.

Namun tanah dan material tambang yang digunakan harus dari pertambangan terbuka, yang memiliki izin galian C dari Pemerintah.

Sehingga seluruh material yang digunakan untuk Pembangunan Proyek Strategi Nasional, bersumber dari pertambangan yang legal dan tidak merugikan pemerintah dari sektor Pendapatan Asli Daerah (PAD), serta tidak merugikan masyarakat sekitar.

Karena telah memiliki Analisa Dampak Lingkungan (Amdal).

Untuk itu, saya meminta Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) untuk menutup pertambangan terbuka, yang tidak memiliki izin, pinta Pahala.

Penulis: wh. Editor: gun.