HETANEWS

Koko Ardiansyah Singgah di Kisaran sebelum Berangkat ke Jakarta Bertemu Menpora Imam Nahrawi

Labuhanbatu, hetanews.com - Perjalanan menuju Bandara Internasional Kualanamu, Koko Ardiansyah singgah di Masjid Agung Kisaran, Jumat (16/8/2019).

Koko Ardiansyah akan berangkat ke Jakarta untuk bertemu dengan Menpora Imam Nahrawi.

Nama Koko Ardiansyah viral di media sosial karena batal menjadi Paskibara Kabupaten Labuhanbatu. Koko Ardiansyah mengaku ditelepon Sekjen Kemenpora, Gatot S Dewa Broto, saat berada di sekolah.

Ia mengaku tak pernah menyangka sama sekali, pascakegagalannya menjadi paskibraka di Labuhanbatu, Koko justru mendapat berkah yang secara terus menerus diterimanya.

Keberangkatannya ini mendapat doa dan dukungan dari orangtuanya. "Tak pernah nyangka bakal berangkat bertemu Menpora. Saya siapkan pakaian, fisik juga. Support dari orangtua supaya saya tetap semangat," ucapnya.

Koko Ardiansyah bersama pembina paskibraka di sekolahnya bernama Sigit akan bertolak menuju Jakarta melalui bandara Kualanamu Internasional, Deliserdang pukul 20.45 WIB.

Sebelumnya Kapolres Labuhanbatu AKBP Frido Sitomorang juga merasa terketuk hatinya untuk memberi semangat pada Koko Ardiansyah.

AKBP Frido bahkan menawarkan agar Koko Ardiansyah menjadi pengerek bendera di Mapolres Labuhan Batu saat peringatan 17 Agustus nanti.

"Saya undang Koko Ardiansyah ke Polres untuk memberi semangat dan motivasi agar tidak larut dalam kesedihan," kata Frido, Kamis (15/8/2019)

"Saya tawarkan dia untuk jadi penggerek bendera pada 17 Agustus di Polres dan tawarkan biaya uang sekolah selama 1 tahun," pungkasnya.

Sebelumnya Menpora Imam Nahrawi menghubungi Koko Ardiansyah  lewat video call.

Rekaman video call ini diunggah Menpora di akun instagramnya. Saat ini Menpora sedang berada di Tanah Suci.

''Alhamdulillaaah bbrp menit lalu saya berhasil menghubungi Koko, setelah semalam berusaha menelepon dari Madinah. Semoga hari ini ada jalan keluar bagi Koko, Sang Calon Paskibra Labuhanbatu Sumut. Bismillaaah.''

Sebelumnya beredar video klarifikasi dari Koko Ardiansyah. Ia menceritakan kronologi pencopotan namanya sebagai Paskibra Kabupaten Labuhanbatu.

Saya Koko Ardiansyah ingin mengklarifikasi semua berita viral yang membuat masyarakat sudah simpati dengan saya.

Saya di situ (Paskibra Labuhanbatu) cuma sebagai cadangan.

Ada (siswa Labuhanbatu) yang dikirim ke provinsi (Paskibra Sumut) dua orang putra dan yang lolos di provinsi hanya satu orang.

Dan karena hanya satu, satu lagi balik untuk tugas (menjadi paskibra) di kabupaten.

Karena saya cadangan, nama saya lah yang digantikan oleh putra provinsi yang gagal," jelasnya.

Kepada bapak Dinas Pemuda dan Olahraga saya minta maaf untuk berita viral tersebut.

Karena saya tidak tahu kalau perwakilan kabupaten ke provinsi yang lulus hanya satu.

Saya sudah bertemu dengan Pak Kadis dan semua sudah dijelaskan.

Kisah Koko Ardiansyah viral dan diunggah pelbagai akun media sosial termasuk Instagram @ndorobeii.

Dalam video berdurasi 6.35 detik, Koko didampingi ibunya menceritakan kisahnya. Dalam video yang tayang sebanyak 88.439 kali tersebut dia mengaku sedih dan kecewa.

Pasalnya, dia sudah mengikuti beberapa tahapan untuk bisa mengibarkan bendera merah putih pada perayaan kemerdekaan RI pada 17 Agustus nanti.

Remaja yang merupakan anak yatim itu sudah melewati tes fisik dan Lomba Ketangkasan Baris Berbaris (LKBB). Dalam pengumuman pun namanya tertera di urutan nomor 29. Dari situ kemudian dia ikut dalam pengukuran baju dan sepatu.

Namun saat pengumuman untuk karantina, namanya sudah tidak ada lagi.

"Saat itu saya tidak tahu siapa yang menggantikan saya, sekarang saya sudah tahu siapa," katanya dalam video yang diunggah pada Selasa (13/8/2019).

Dalam video itu dia mengungkapkan kesedihan dan kekecewaannya. Koko Ardiansyah pun tampak beberapa kali mengusap matanya.

Dia mengaku kalau posisinya sebagai Paskibraka digantikan oleh siswa lain anak pejabat tanpa ikut seleksi. Kekecewaannya karena tidak bisa mendapatkan sertifikat paskibraka.

Padahal, lanjut dia, jika dia bisa menjadi anggota paskibraka di Labuhan Batu, maka untuk mendaftar menjadi anggota TNI akan menjadi gampang.

"Tapi karena gagal, mau gimana lagi. Kecewa lah," katanya.

Koko Ardiansyah pun berharap agar kejadian ini hanya menimpa dirinya saja. Di tahun-tahun mendatang, dia berharap tidak ada orang yang mengalami hal serupa.

Koko Ardiansyah mengaku memiliki niat yang besar untuk dapat mengibarkan bendera pada 17 Agustus nanti.

"Untuk panitia, kalau bisa yang lebih adil. Kalau digantikan, gantikan yang ikut seleksi dan lebih pantas dari saya. Jangan yang tak ikut seleksi dimasukkan dalam karantina," kata Koko Ardiansyah.

sumber: tribunnews.com

Editor: sella.