HETANEWS

Warga Sekitar Lapangan Farel Pasaribu Minta Pemko Siantar Batalkan Konser Shaggydog

Ferry Naibaho saat menjelaskan kondisi Lapangan Farel Pasaribu saat ini, setelah direhab Pemko Siantar pada tahun 2018 lalu, Jumat (16/8/2019).

Siantar, hetanews.com – Kabar konser Shaggydog, yang akan diadakan pada 24 Agustus 2019 mendatang, di Lapangan Farel Pasaribu atau sering dipanggil Lapangan Horbo tersebut, tidak mendapat respon positif dari warga sekitar lapangan tersebut.

Malahan, warga sekitar dan termasuk masyarakat yang kerap memakai lapangan itu untuk berolahraga, meminta Pemko Siantar melalui dinas terkait agar membatalkannya.

Alasannya, konser itu dianggap hanya akan membawa kerugian, khususnya kepada masyarakat Siantar yang selama ini sudah merasakan manfaat lapangan itu. Apalagi setelah direhab Pemko Siantar, dengan adanya perbaikan tribun, pembangunan toilet dan termasuk pengadaan wahana bermain di lapangan tersebut.

Seperti penuturan salah seorang warga sekitar lapangan tersebut, Ferry Naibaho, yang dengan tegas tidak setuju, jika lapangan itu dijadikan sebagai tempat konser.

Kata Fery, konser tersebut nantinya akan membuat masalah baru dan sangat merugikan masyarakat luas, khususnya warga sekitar lapangan yang sudah biasa memanfaatkan lapangan itu untuk tempat berolahraga dan ruang santai bagi keluarga.

Belajar dari pengalaman sebelumnya, katanya, kalau ada konser pasti akan banyak sampah mengotori lapangan dan bahkan paku, pecahan kaca juga dijumpai. Dan pernah anak – anak yang bermain di lapangan itu, koyak kakinya kena pecahan kaca dan hal itu terjadi setelah ada kegiatan konser, ungkapnya.

Baliho Konser Shaggydog yang terpampang di sudut kota Siantar, jalan Melanthon Siregar.

“Jadi kita belajar dari apa yang sudah kita alami sebagai warga sekitar lapangan ini. Karena kita tidak tahu, dari mana saja datangnya sampah – sampah itu. Namanya juga konser, kan pasti mengundang massa,”ungkapnya kepada hetanews.com saat ditemui di kawasan Lapangan Farel Pasaribu, jalan Farel Pasaribu, Kelurahan Suka Makmur, Kecamatan Siantar Marihat, Jumat (16/8/2019) siang.

Ferry juga meminta komitmen pihak Pemko Siantar dalam menjaga dan menata lapangan tersebut. Karena akan sia – sia upaya Pemko memperbaiki fasilitas didalamnya, jika masih memberi izin memakai lapangan tersebut untuk kegiatan komersil. Apalagi, uang Negara untuk memperbaiki lapangan itu pada tahun 2018 lalu, dinilainya tidak lah sedikit.

“Rumput – rumput dan tanah di lapangan tersebut pasti akan rusak, karena akan masuk truk – truk raksasa kedalam lapangan saat memasang perlengkapan konser. Dan kalau sudah rusak begitu, maka masyarakat yang biasa berolahraga, seperti main bola kaki dan lari pagi pasti terganggu,”ujarnya.

Menurut Ferry, jangan karena hanya mengejar Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang tak seberapa itu, Pemko Siantar dan masyarakat kota Siantar jadi rugi berlipat – lipat ganda. “Harusnya Pemko Siantar sudah paham akan dampak buruknya, sebelum memberikan izin kepada pihak Penyelenggara Konser,”tutupnya.

Kembali dia menegaskan, bahwa intinya, dirinya bersama warga lainnya tidak setuju, jika Lapangan Farel Pasaribu tersebut dipakai untuk kepentingan komersil seperti konser.      
 

  

   

Penulis: tim. Editor: gun.
Komentar 1