HETANEWS

Terkait Galian C Milik Marga Pardede di Lokasi Lain, Kapolres Siantar Tegaskan Akan Ditindak

Alat berat excavator ketika mengeruk tanah dan memasukkan kedalam dump truk, di galian C milik Marga Pardede, di Jalan Tanjung Tongah, Kelurahan Tanjung Tongah, Kecamatan Siantar Martoba, Kamis (15/8/2019). (foto/hza)

Siantar, hetanews.com – Setelah galian C illegal di atas lahan tanah garapan eks PTPN III Kebun Bangun, Jalan Tanjung Pinggir, Kelurahan Tanjung Pinggir, Kecamatan Siantar Martoba, ditutup polisi, ternyata tidak membuat jera pihak pengusaha atau pemilik.

Terbukti, marga Pardede selaku pemilik galian itu, kembali membuka galian C baru, yang  berdekatan dengan  pemukiman warga, di Jalan Tanjung Tongah, Kelurahan Tanjung Tongah, Kecamatan Siantar Martoba.

Menanggapi hal tersebut, Kapolres Kota Siantar, AKBP Heribertus Ompusunggu, tampaknya kesal dan berjanji akan  menindak galian C tersebut.

"Akan kita tindak itu,"ucapnya singkat, ketika dikonfirmasi, di depan ruangan unit Reskrim Polres Kota Siantar, Jumat (16/8/2019).

Selain Kapolres, Kasat Reskrim Polres Siantar yang lama, yakni, AKP Demak Ompusunggu, ketika mendengar marga Pardede tersebut, membuka galian C mengatakan, pihaknya akan menyegel alat berat excavator yang dipakai marga Pardede untuk mengeruk tanah.

"Nanti akan kita segel itu alat berat excavatornya. Tadi juga, Kapolres sudah ngomong seperti itu," ujarnya ketika ditanyai  saat serah terima jabatan.

Baca juga: Satu Galian C Ditutup, Muncul yang Baru! Mana Tindakan Pak Kapolres? Anak Pemilik Galian C Nyaris Duel Sama Wartawan

Sebelumnya diberitakan, wartawan yang hendak melakukan serta mengabadikan lokasi galian C yang sedang beroperasi itu, tiba-tiba saja anak dari pemilik galian C yang acap disapa Ucok ini, langsung marah-marah.

Selain marah-marah, Ucok juga mengajak wartawan untuk berdual satu lawan satu. "Ayok dimana kita main,"ujarnya kepada wartawan.

Bahkan Ucok yang terus marah-marah karena tidak terima dingatkan agar bahu jalan yang berlumpur dan becek, agar segera dibersihkan.

Tak hanya itu saja, Ucok yang turun dari sepeda motor, meminta wartawan untuk memukuli dirinya.

"Pukuli saja aku, macam jago sekali kalian. Ayo jangan berhenti, mainkan terus alat berat itu,"ucapnya kepada anggotanya.

Beruntung saat wartawan mulai terpancing emosinya, lantaran kesal dengan sikap Ucok yang diduga berlebihan, salah seorang warga,  bermarga Siregar mendadak muncul dan melerai keributan tersebut.

"Ini mau buat perumahan, dan adanya surat permohonan penggalian tanah kepada Lurah Tanjung Tongah. Maklum saja Lae, dan nggak ngerti apa-apa si Ucok itu,"ucap Siregar yang disebut-sebut pengawas galian C itu.

Penulis: hza. Editor: gun.
Komentar 1