HETANEWS

Komposisi Menteri 55-45, Yenny Wahid: Jokowi Dengar Suara Rakyat

Yenny Wahid. (foto/Tsarina Maharani)

Jakarta, hetanews.com - Yenny Wahid mengapresiasi langkah Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang berjanji bakal memberikan porsi lebih banyak kepada kalangan profesional untuk mengisi kabinet periode keduanya. Menurut dia, Jokowi telah mendengarkan keinginan rakyat.

"Soal komposisi profesional lebih besar itu menandakan bahwa presiden mendengar suara rakyat yang menginginkan kabinet yang profesional dan bisa bekerja dengan gesit dan cepat," kata Yenny di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (16/8/2019).

Namun, kata Yenny, keseimbangan politik di dalam kabinet harus tetap dijaga. Ia mengatakan unsur dari parpol tetap diperlukan untuk mengisi kabinet. "Tetap keseimbangan politik harus dijaga. Dari partai tetap diperlukan," ucapnya.

Putri Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur) itu pun mengatakan dirinya mendukung penuh keputusan Jokowi terkait penunjukkan menteri. Yenny yakin Jokowi akan menunjuk sosok terbaik untuk membantunya di periode 2019-2024.

"Menurut saya yang paling penting bukan orang per orangnya, tetapi kesatuan kerja kabinet. Kan tadi disampaikan dalam pidato menyatakan perlu ego sektoral ditekan, perlu ada koordinasi antarlembaga, penguatan kelembagaan, dan sebagainya," ujarnya.

"Saya rasa di situ semangatnya. Jadi harus tim yang mampu mengimplementasikan dan mengartikulasikan visi presiden 5 tahun ke depan bagaimana Indonesia bisa mencapai potensinya sebagai negara besar dan disegani di dunia dan bisa mencapai cita-citanya," imbuh Yenny.

Terkait komposisi menteri, pada Rabu (14/8) dalam pertemuan dengan pimpinan redaksi media massa di Istana Negara, Jokowi mengungkapkan desain kabinet di periode keduanya. Dari usia, latar belakang, hingga kementerian baru.

Beberapa poin tersebut yaitu terkait dengan usia menteri yang akan diisi kalangan generasi muda. Menteri muda ini berusia di bawah 30 tahun. "Menteri ada yang usianya 25, di bawah 30, dan di bawah 35 tahun," ujar Jokowi.

Selain itu, Jokowi juga menyebut porsi untuk menteri dari kalangan profesional sebanyak 55 persen dan dari parpol sebanyak 45 persen. Selanjutnya Jokowi mengatakan Jaksa Agung akan diisi dari kalangan nonparpol hingga berencana mengubah nomenklatur kementerian atau kementerian baru.

sumber: detik.com

Editor: sella.