Siantar, hetanews.com - Beberapa bulan yang lalu, pihak Polres Kota Pematangsiantar menggerebek serta menutup Galian C illegal yang berdiri di atas lahan tanah garapan eks PTPN III Kebun Bangun, Jalan Tanjung Pinggir, Kelurahan Tanjung Pinggir, Kecamatan Siantar Martoba.

Selain menutup, Satreskrim Polres Siantar, juga menyita satu unit dump truck yang berisi tanah dan satu unit alat excavator yang diberi garis police line.

Kali ini, Kamis (15/8/2019) siang, diduga pemilik Galian C tersebut, yang diketahui bermarga Pardede, serasa kebal hukum.

Bahkan, mereka kembali membuka Galian C, dan kali ini, letaknya yang berbeda dengan sebelumnya.

Galian C baru milik marga Pardede ini, dekat pemukiman warga, di Jalan Tanjung Tongah, Kelurahan Tanjung Tongah, Kecamatan Siantar Martoba.

Amatan wartawan hetanews.com, Galin C baru milik marga Pardede ini, dekat dengan rumah warga dan sekaligus berbatasan, dengan jalan umum, sehingga menimbulkan dampak bagi pengguna Jalan yang merupakan warga setempat.

Akibat dari Galian C tersebut, kondisi jalan menjadi kotor pasca adanya tumpahan tanah, dikala dump truck memuat tanah. Lebih parahnya lagi, parit sengaja dibendung hingga air yang semula mengalir di parit kini tumpah ke bahu jalan. Alhasil, jalan menjadi kotor berlumpur dan licin, serta mengganggu pengguna jalan ketika melintas dilokasi tersebut.

Ketika wartawan hendak mengabadikan lokasi Galian C yang sedang beroperasi itu, tiba-tiba saja anak dari pemilik Galian C yang acap disapa Ucok ini, langsung marah-marah.

Selain marah-marah, Ucok juga mengajak wartawan untuk berduel satu lawan satu. "Ayok dimana kita main,"ujarnya kepada wartawan.

Kondisi jalan penuh lumpur akibat tumpahan tanah Galian C, di Jalan Tanjung Tongah, Kelurahan Tanjung Tongah, Kecamatan Siantar Martoba, Kamis (15/8/2019). (foto/hza)

Bahkan Ucok yang terus marah-marah, karena tidak terima dingatkan agar bahu jalan yang berlumpur dan becek, agar segera dibersihkan.

Tak hanya itu saja, Ucok yang turun dari sepeda motor, meminta wartawan ujtuk memukuli dirinya.

"Pukuli saja aku, macam jago sekali kalian. Ayo jangan berhenti, mainkan terus alat berat itu,"ucapnya kepada anggotanya.

Beruntung, saat wartawan mulai terpancing emosinya, lantaran kesal dengan sikap Ucok yang diduga berlebihan, muncul warga, bermarga Siregar yang datang kelokasi dan melerai keributan tersebut.

"Ini mau buat perumahan, dan adanya surat permohonan penggalian tanah kepada Lurah Tanjung Tongah. Maklum saja lae, dan nggak ngerti apa-apa si Ucok itu,"ucap Siregar yang disebut-sebut, pengawas Galian C.

Sementara itu, Lurah Tanjung Tongah, Hendrik Gunawan yang dihubungi wartawan mengatakan, ada surat permohonan dari marga Pardede yang berisi hanya pemindahan tanah.

"Katanya mau memindahkan tanah yang dikorek untuk ditimbun ke tanahnya yang berada di seberang jalan. Kalau setahu saya setiap harinya bahu jalan dibersihkan," ucap Lurah ketika dihubungi.

Terpisah, Kapolres Siantar, AKBP Heribertus Ompusunggu, melalui Plh Humas, Aipda Napena Surbakti mengatakan, pihaknya akan segera turun kelokasi.