HETANEWS

Pemeran Perempuan Video Vina Garut Dibayar Rp 500.000 Sekali Main

Garut, hetanews.com - Kapolres Garut, AKBP Budi Satria Wiguna mengungkap bahwa V (19) perempuan yang beradegan dengan tiga pria satu wanita dibayar Rp 500.000 setiap melayani pria yang bukan suaminya. Yang membayar sendiri adalah suaminya sendiri. Harga tersebut pun ketika V harus beradegan ranjang langsung dengan tiga pria sekaligus.

"Video tersebut dibuat di salah satu hotel di Garut dan status V dan A pada saat melakukan adegan ranjang dengan tiga laki-laki itu masih sebagai suami istri. Kalau sekarang keduanya sudah bercerai," ujarnya, Kamis (15/8).
Kapolres mengungkapkan bahwa ada perilaku seks menyimpang dari A sehingga ia pun menyuruh V yang saat itu masih istrinya melakukan adegan ranjang dengan laki-laki lain.

"Setiap melakukan adegan ranjang, baik 1 orang atau lebih dibayarnya segitu juga, Rp 500.000," katanya.

Saat ini sendiri, diungkapkan Kapolres, A tengah sakit parah. Karena kondisinya itu, meski statusnya sudah menjadi tersangka ia tidak ditahan di Mapolres Garut. "Kita berkoordinasi dengan pemerintah untuk memeriksa kondisi A," ucapnya.

Baca juga: Heboh Video 'Seks Gangbang' Biduan Dangdut dan Bos Salon di Garut

Sebelumnya, Kepolisian Resor Garut menetapkan V (19) dan A (30) sebagai tersangka pada kasus video gangbang Vina Garut. Penetapan tersangka dilakukan setelah pihak kepolisian melakukan gelar perkara.

"V ini diketahui diketahui merupakan warga Tarogong Kidul, sedangkan A warga Tarogong Kaler. Keduanya sudah kita tetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini," kata Budi.

Budi menuturkan, selain V dan A, seorang pria berinisial B yang ada dalam salah satu video akhirnya menyerahkan diri pada Rabu (14/8).

"B ini statusnya masih sebagai saksi. Dia mengaku ada dalam salah satu video," ujarnya.

Polisi juga sudah mengantongi identitas pria lain yang ada dalam video mesum tersebut. Saat ini polisi tengah mengejar pria itu.

"Untuk proses pemeriksaan sementara yang sudah kita periksa, mereka tahu aksinya direkam namun tidak tahu kalau videonya akan diperjualbelikan," katanya. 

sumber: merdeka.com

Editor: sella.