Samosir, hetanews.com - Maraknya penyakit masyarakat (Pekat), seperti judi togel, jackpot, narkoba dan kafe esek-esek yang beroperasi pada malam hari, semakin meresahkan masyarakat kabupaten Samosir.

Warga yang tergabung dalam Forum Kearifan  Lokal (Fokal) Samosir, langsung menyikapinya dengan mengadukan persoalan tersebut kepada DPRD Samosir, Sumatera Utara, Rabu (14/8/2019).

Aspirasi Fokal pun ditampung DPRD Samosir, dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang dilakukan Komisi I DPRD Samosir, di Gedung DPRD Samosir, Komplek Perkantoran Parbaba, Kabupaten Samosir.

Dalam aksi itu, Fokal meminta dengan tegas kepada seluruh pihak yang berkompeten, terutama aparat kepolisian dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Samosir agar segera memberantas (menutup,red)  kegiatan yang dilarang oleh agama dan melanggar peraturan dan perundang-undangan tersebut.

Fokal, melalui Ketuanya Effendi Naibaho, didampingi Wakil Ketua, Fernando Sitanggang, Bendahara, Jamontang Simarmata, Sekretaris, Ranto Limbong, serta Robin Nainggolan, Soritua Manurung dan Pardo Sitanggang, sebagai anggota.

RDP dibuka langsung Ketua DPRD Samosir, Rabu (14/8/2019), lalu, di ruang rapat Komisi I. Tampak Rismawati Simarmata, didampingi Wakil Ketua, Jonner Simbolon, Rosinta Sitanggang, Viktor Simbolon,  Sorta Siahaan, lalu disusul Sarchochel Tamba, sebagai Ketua Komisi I yang hadir di tengah acara.

Fokal mengungkapkan, bahwa selain togel, di Samosir juga beroperasi sejumlah kafe malam yang diduga kuat juga berfungsi sebagai tempat “esek-esek” alias prostitusi. "Masyarakat, khususnya para ibu sudah cukup resah," imbuh Fernando.

Akibat kegiatan ini, Fokal memprediksi akan meningkatkan jumlah kemiskinan, akibat produktivitas warga menurun karena menginvestasikan uang yang harusnya menjadi kebutuhan sembako keluarga dan sekolah anak-anak ke judi togel, jackpot serta kehidupan dunia malam.

Wakil Ketua Fokal, Fernando Sitanggang, memaparkan kepada kepada Komisi I DPRD samosir terkait maraknya penyakit masyarakat belakangan ini ketika RDP. (foto/stm)

"Karenanya, kami meminta DPRD Samosir agar melakukan rapat koordinasi, sebelum hari kemerdekaan bersama Polres Samosir dan Pemkab untuk menutup aktivitas penyakit masyarakat itu," ujar Fernando.

Menyikapi keluhan warga melalui Fokal, DPRD Samosir, mengaku turut prihatin atas kondisi tersebut.

Belum adanya tindakan tegas dari pihak aparat, menimbulkan kesan aparat hukum seolah melakukan pembiaran, dengan aksi judi togel serta jackpot yang sudah marak tersebut.

Bahkan menurut Ketua Komisi I DPRD Samosir, Sarochel Tamba, menduga ada orang dalam terlibat dalam judi dan narkoba.

"Kami akan menindaklanjuti persoalan ini dan mendorong aparat hukum menindaklanjuti.

Isu yang kita dengar tapi belum mendapatkan fakta, ya katanya orang dalam terlibat dan perlu telusuri, apakah hanya isu atau benar.  Ini menjadi tugas kita bersama. Kalau ada bukti, kita akan dorong siapa siapa saja yang terlibat dalam judi dan narkoba tersebut. Dan kalau isu itu benar, orang dalam terlibat, ini jadi persoalan besar. Seharusnya aparat tersebut yang menjadi ujung tombak persoalan ini, "tegas Sarochel Tamba.

Dia juga menambahkan, bahwa  persoalan judi togel, jackpot dan narkoba harus segera diberantas untuk menghindari keengganan wisatawan datang ke Samosir. "Apalagi daerah kita, daerah pariwisata, jangan sampai wisatawan enggan hadir ke Samosir, karena togel, jackpot dan narkoba di Samosir," tambah Tamba.

Sementara itu, Kepala Satpol PP Pemkab Samsoir, Darwin Sihombing, mengatakan, pihaknya telah melakukan razia ke tempat hiburan malam tanpa ijin tersebut, namun setiap kali melakukan razia, kegiatan itu tutup.

"Kami sudah melakukan razia, tapi tiap kali kami razia tutup, tapi setelahnya menurut warga buka, seperti main kucing-kucingan jadinya," ujar Darwin Sihombing.

Kedepannya, Kasat Satpol PP Samosir, berharap agar DPRD Samosir segera membahas diterbitkannya Perda Ketertiban Umum dan pemeriksaan perizinannya kepada lokasi hiburan malam yang menyediakan prostitusi Illegal.

Setelah melalui diskusi dengar pendapat secara mendalam, DPRD Samosir sepakat akan melakukan rapat koordinasi bersama Kapolres Samosir, Kejari dan Pemkab Samosir, pada Jumat (16/8/2019) besok, di Kantor DPRD Samosir, dengan mengundang Fokal Samosir.