HETANEWS

Kasus Pembunuhan Gadis Dalam Karung, Ayah Korban: Saya Sudah Cari Ke Mana-Mana

Imam Maliki menunjukkan kartu pelajar anaknya yang ditemukan tewas mengenaskan dalam karung di Desa Cerih, Jatinegara, Kabupaten Tegal.

Tegal, hetanews.com-Suasana duka masih menyelimuti keluarga Imam Maliki yang baru kehilangan putri sulungnya, Nur Hikmah (16) dengan ditemukan tewas mengenaskan dengan kondisi tinggal tulang belulang terbungkus karung di Desa Cerih, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah.

Imam Maliki menuturkan, keluarga sebelumnya sudah mencari keberadaan Nur Hikmah (semula tertulis Nurkhikmah) lantaran sejak pergi meninggalkan rumah pada akhir April 2019 lalu belum kunjung pulang. Kekkhawatiran keluarga semakin menjadi lantaran handphone-nya sudah tidak bisa dihubungi.

“Saya sudah cari ke rumah budenya, buliknya, rumah temen-temannya. Semuanya tidak ada yang tahu,” kata Imam Maliki ditemui di rumahnya, Rabu (14/8/2019).

Dia mengaku terakhir kali bertemu dengan anaknya pada Jumat, 26 April 2019. Namun, sata itu Maliki tidak sempat berbincang dengan almarhumah. 

“Waktu itu, anak saya pergi dua hari, lalu saya bawa pulang. Setelah itu, dia pergi lagi. Karena waktu itu mau Jumatan (salat Jumat) saya tinggal, pas pulang (Jumatan) kata ibu saya sudah pergi lagi sama temen-temennya,” tutur Imam Maliki.

Baca juga: Mayat Remaja Putri dalam Karung Tinggal Kerangka, Pelaku Terdiri dari 3 Pria dan 2 Perempuan

Baca juga: Keluarga Tersangka Tak Menyangka Anaknya Pembunuh Gadis Dalam Karung di Tegal

Sejak itu, Imam mengaku hilang kontak dengan anaknya hingga hampir lima bulan lamanya. Imam semula menyangka anaknya pergi ke Jakarta untuk bekerja bersama teman-temannya. Imam pun tak melaporkan kehilangan anaknya ke polisi. “Saya mengira dia itu ke Jakarta mencari kerja. Saya nggak sempat lapor ke pak polisi,” ucapnya.

Imam baru mengetahui anaknya sudah menjadi mayat setelah diberitahukan tetangganya ada mayat dalam karung di bekas bangunan bengkel las yang ciri-cirinya mirip dengan korban.

“Waktu itu, tetangga bilang. Mam, anak kamu dah pulang belum. Itu ada penemuan mayat dalam karung pakaiannya mirip anak kamu. Begitu saya cek, ini positif anak saya,” ucapnya.

Menurut Imam, dari hasil pemeriksaan polisi diperkirakan mayat anaknya sudah disembunyikan di lokasi itu lebih dari tiga bulan. “Kata polisi kemungkinan sudah tiga bulanan lebih mayat anak saya disembunyikan di situ,” katanya.

Kini, Imam mengaku sudah merasa lega dan ikhlas atas kepergian putri sulungnya. Dia hanya berharap polisi menjerat para pelaku dengan hukuman setimpal dan seadil-adilnya. “Kalau bisa ya hukum mati lah sesuai dengan perbuatan yang telah dilakukan pada anak saya,” katanya.
 

Kasatreskrim Polres Tegal, AKP Bambang Purnomo mengatakan, kelima tersangka sudah ditahan dan masih menjalani pemeriksaan intensif. “Kita masih dalami kasus ini untuk mengungkap tabir sebenarnya,” ucapnya.

Diketahui, mayat dalam karung yang tinggal tulang belulang ditemukan warga di bekas bengkel las Desa Cerih, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal pada Jumat (9/8/2019) lalu. Dari hasil pemeriksaan dan autopsi, diketahui identitas mayat itu yakni Nur Hikmah (16) warga desa setempat yang dikabarkan hilang sejak lima bulan lalu. Belakangan diketahui korban dibunuh lima pelaku yakni, AM (20), MP (18), SA (24), NL (18), dan AI (15).

sumber: inews.id

Editor: sella.