HETANEWS

Bila Kalah Prapid, Jaksa Siap Tetapkan Posma Tersangka Lagi

Kasipidsus Kejari Siantar, Dostom Hutabarat. (Foto/BT)

Siantar, hetanews.com - Dua tersangka kasus korupsi proyek Smart City pada Dinas Kominfo masing-masing telah diperiksa penyidik Kejari Siantar. Kasipidsus Dostom Hutabarat mengatakan pihaknya berusaha bekerja profesional menangani dugaan korupsi proyek yang menggunakan APBD Tahun 2017.

Dostom kepada hetanews mengutarakan, baik Posma Sitorus (Kadis Kominfo) dan Sekretarisnya, Acai Tagor Sijabat yang telah menyandang status tersangka kasusjya telah diperiksa sebagai masing-masing sebanyak satu kali.

"Gak ada yang tau kan. udah, udah (diperiksa) kemarin. PS hari Selasa (13/8) dan Acai juga sebelumnya sudah diperiksa. Baru satu kali," katanya, Rabu, 14 Agustus 2019.

Baca juga: Kasus Smart City, Kasi Pidsus Sebut Kemungkinan Tersangka Bertambah

Ia mengatakan, penyidik masih menunggu hasil audit BPKP untuk menentukan kerugian negara kasusnya. Menurut ia, masih ada selisih antara penyidik dan auditor dalam menghitung kerugian yang timbul.

"Mereka kan (BPKP) teliti sekali kerjanya. Jadi memang masih ada selisih yang perlu harus diteliti ulang. Belum tau juga sih (apakah selesai dihitung) bulan ini apa nggak," ujarnya.

Disinggung mengenai penahanan terhadap keduanya yang belum dilakukan, ia mengisyaratkan kasus dugaan korupsi dana KUBE yang ditangani Polres Siantar. Kata dia, penahanan tersangka kasus korupsi dana KUBE, yakni CP setelah keluarnya hasil audit BPKP.

"Polres kan juga kemarin menahan tersangka korupsi KUBE itu setelah keluar (audit) dari BPKP. Nggak, begini begini kita artinya kan gak mau buru-buru soal itu," ujarnya.

Baca juga: Diduga Korupsi Dana KUBE, Polres Siantar Tetapkan Mantan Kabid Dinsosnaker jadi Tersangka

Orang nomor satu di Seksi Pidana Khusus Kejari Siantar menambahkan, pihaknya siap menghadapi gugatan Praperadilan yang diajukan salah satu tersangka kasusnya, yakni Posma Sitorus ke PN Siantar. Posma menggugat penetapan dirinya sebagai tersangka.

"Ya kita siap, kita hadapi. Kalau itu (Prapid) kan hak mereka ya gak apa apa ngajuin. (Kalau kalah Prapid) nanti saya teken lagi itu penetapan tersangkanya. Saya teken langsung selesai Prapid," katanya.

Dia mencontohkan kasus La Nyalla yang memenangkan gugatan Prapid namun kembali ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik. La Nyalla saat itu tersandung kasus dugaan korupsi penggunaan dana hibah pada Kadin Jatim untuk pembelian IPO (initial public offering) Bank Jatim oleh Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Tinggi Jawa Timur.

"La Nyalla. Bisa (ditetapkan tersangka lagi)," katanya.

Baca juga: Ditetapkan Tersangka Korupsi, Posma Sitorus Ajukan Praperadilan

Penulis: bt. Editor: bt.