HETANEWS

Begal ‘Beraksi’ di Jalan Medan, Kepala Sopir Truk Alami Luka hingga Kucurkan Darah

Korban kejahatan ketika meminta tolong kepada warga di Jalan Medan, Simpan Rambung Merah, Kota Siantar, Selasa (13/8/2019) malam.

Siantar, hetanews.com-Aksi pelaku kejahatan kembali terjadi di Kota Siantar, tepatnya di Jalan Medan, Simpang Rambung Merah, Selasa (13/8/2019) malam, pukul 23.00 WIB.

Akibat aksi kejatan yang diduga dilakukan pelaku begal ini, mengakibatkan sang sopir truk pengangkut semen yang identitasnya tidak diketahui ini, mengalami luka di kepala, pasca sebetan senjata tajam.

Pasca kejadian yang dialami sopir truk tersebut, warga sekitar langsung mengabadikan moment tersebut, berupa video ke media sosial instagram.

Dilansir dari akum instagram @Explor Siantar, korban yaitu sang sopir truk, tampak memegang kepalanya yang mengeluarkan darah. Selain memegang kepalanya, dari kepala korban juga tampak darah mengucur.

Salah seorang warga yang berhasil diwawancarai hetanews.com, Pandi Sitegar mengatakan, mereka tidak sempat menanyakan kronologis tentang aksi kejahatan yang dialami sang sopir truk tersebut.

"Gak sempat nanya namanya banyak bang. Karena korban masih trauma. Kepalanya berdarah. Jadi susah menejelaskan banyak hal bang," ujarnya ketika di wawancarai.

Lanjut Pandi lagi, korban dari kejahatan tersebut adalah sopir truk yang membawa semen, bersama temannya.

"Kalau kata korban semalam, mereka dicegat di jalan, diancam dan dimintai uang. Pisau sudah ditempelkan (pelaku) ke arah perutnya. Tapi korban melawan. Akhirnya diserang sama pelakunya," ungkapnya lagi.

Saat ditanya berapa orang jumlah pelaku? Pandi mengatakan, pelaku ada dua orang hingga tiga orang.

"Korban agak susah juga menjelaskan. Agak samar jumlah pelaku, antara dua atau tiga. Kurang jelas. Tapi jumlah orang yang terlihat korban berjumlah kurang lebih dua sampai tiga orang. Sempat nanya juga dari mana, tapi korban susah menjawab karena baru kejadian," ujarnya kembali.

Sementara itu, Humas Polres Siantar, Aiptu Napena Surbakti ketika dikonfirmasi, Rabu (14/8/2019) mengatakan, pihak sudah berkordinasi dengan dua Polsek, terkait aksi kejahatan tersebut dan korban tidak membuat laporan.

"Kita akan melakukan patoli rutin dari Polsek dan Polres. Dan untuk masyarakat yang dirugikan atau pun menjadi korban, disarankan membuat laporan pengaduan di kantor polisi terdekat," pungkas Napena, ketika dikonfirmasi.

Penulis: hza. Editor: gun.