HETANEWS

Demo Driver: Tarif Gojek di Pematangsiantar disamakan Dengan Jabotabek

Jelang konvoy driver Gojek, Rabu (14/8/2019)

Siantar, hetanews.com- Ratusan mitra driver Gojek di Pematangsiantar berunjukrasa menuntut manajemen atas pemberlakuan skema kenaikan tarif dan penurunan insentif mulai per 9 Agustus 2019. Mitra driver Gojek di Pematangsiantar merasa terancam tak punya orderan akibat kenaikan tarif tersebut.

Juru bicara pengunjuk rasa, Andi Manurung, mengatakan skema kenaikan tarif diberlakukan setelah terbitnya Permenhub No. 12 Tahun 2019 tentang tarif ojek online di Indonesia. Dalam unjuk rasa ini, mereka meminta supaya aturan itu dicabut karena tak berpihak kepada mitra Gojek di Kota Pematangsiantar.

"Kami minta agar permenhub itu dicabut. Kalau pun ada peraturan seperti itu, seharusnya berpihak kepada masyarakat [Driver]," kata Andi, saat ratusan driver berunjukrasa ke kantor DPRD Siantar, Rabu (14/8/2019) siang.

Pasca diberlakukan kenaikan tarif, Andi mengklaim belakangan ini mayoritas warga Siantar tak mampu [lagi] menggunakan jasa transportasi berbasis aplikasi tersebut. 

"Yang kita dapati di Siantar, masyarakat tidak mampu lagi menikmati jasa dari aplikasi ini karena mahalnya ongkos. Jelas berbeda Jakarta dengan Siantar. Ongkos 9 ribu di Siantar masyarakat tidak sanggup," imbuhnya.

Dijelaskanya, dalam Permenhub 12 Tahun 2019 tersebut, turut juga dijelaskan bahwa masalah tarif dibahas oleh tiga pihak. Perwakilan driver, perwakilan aplikator [Gojek] dan pemerintah sebagai mediator. 

"Tapi ujuk-ujuknya per 9 Agustus di Kota ini dikenakan tarif [ongkos Gojek] itu yang kita tidak tau pembahasannya," ungkapnya.

Dampak yang dirasakan setelah adanya kenaikan tarif ini, tambah Andi, masyarakat di kota Pematangsiantar mulai enggan memakai jasa Gojek karena tarif ongkos-nya mahal. Orderan driver Gojek pun pasti akan menurun drastis karenanya. 

"Ketika masyarakat merasa mahal [tarif ongkos] maka tidak ada [lagi] orderan. Sebelum adanya kenaikan ini hampir rata-rata driver di Kota Siantar ini tutup poin. Kalau sekarang untuk dapat setengahnya pun susah. Karena gak ada lagi ngorder. Lebih baik mereka naik angkot ongkosnya Rp.4 ribu, masih ada sisanya," jelas Andi yang juga mitra driver Gojek ini.

Andi menambahkan, saat ini tarif minimum Gojek di Pematangsiantar disamakan dengan tarif Gojek di Jabotabek. Mulanya, kata dia, tarif minimum di Kota Pematangsiantar Rp.4 ribu. Dan kini naik menjadi Rp.9 ribu per trip. Kemudian skema insentif dari Rp. 80 ribu turun menjadi Rp.30 Ribu.

"Tidak ada rasionalisasi yang disampaikan [Manajemen Gojek] ke kita, apa alasanya itu [tarif] turun. Jadi kami rasa, mencabut dan mengganti aturan [Permenhub] itu yang terpenting," ucapnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak manajamen Gojek Pematangsiantar belum berhasil dikonfirmasi mengenai tuntutan ratusan mitra Gojek ini.

Baca juga: Hari Ketiga Lowongan Mitra Gojek, Pelamar Semakin Membludak

Penulis: gee. Editor: edo.
Komentar 1