HETANEWS

Kepala BNN: Lihat Pengguna atau Orang Bertransaksi Narkoba Langsung Tangkap, Baru Serahkan ke Aparat

Petinggi BNN menunjukkan barang bukti berupa uang tunai beserta aset TPPU Tarmizi

Cianjur, hetanews.com-Kepala Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI), Komjen Pol Heru Winarko meminta masyakarakat lebih berperan aktif dalam menekan peredaran dan penyalahgunaan narkoba di lingkungannya masing-masing.

Heru bahkan meminta masyarakat untuk bertindak lebih tegas apabila di lingkungan tempat tinggal mereka menemukan adanya penyalahgunaan maupun transaksi narkoba.

“Kalau misal ada yang tanya, pak kalau ada pengguna atau transaksi (narkoba) kami harus lapor ke mana? Tak usah lapor, langsung tangkap saja, itu tangkap tangan. Yang tangkap tangan siapapun bisa menangkap, silahkan. Nanti itu (pelaku) serahkan ke kepolisian atau ke BNN setempat,” kata Heru kepada wartawan di Cianjur, Selasa (13/08/2019).

Pihaknya mengajak semua elemen masyarakat bahu membahu mencegah peredaran dan penyalahgunaan narkoba di lingkungannya masing-masing.

“Langkah pertama yang harus diaktualisasikan sebagai upaya pencegahan dini tentu harus dimulai dari lingkungan keluarga.

Para orang tua wajib mengenali anak-anaknya dengan baik.

Sehingga jika terjadi perubahan yang drastis pada anak-anaknya bisa segera melakukan antisipasi,” tuturnya.

Perhatian pada anak-anak, terutama generasi muda harus dilakukan dengan sangat serius mengingat peredaran maupun penyalahgunaan narkoba saat ini semakin menyasar kalangan muda.

“Angkanya mencapai 5 persen atau dari 100 anak muda ada 5 orang yang menyalahgunakan narkoba. Kondisi ini tentu sangat bahaya, jangan sampai bonus demografi kita hilang gara-gara narkoba ini,” ujarnya.

Maka dari itu, melalui deklarasi Desa Bersinar (Bersih Narkoba) yang serentak digelar di berbagai wilayah di Indonesia diharapkan dapat mempersempit ruang gerak pengedar dan penyalahguna narkoba.

“Penting sekali untuk membersihkan desa dari narkoba, berikutnya kita menyasar ke kawasan perkotaan, kita bersihkan semua ,” imbuhnya.

  • 90 Persen Dikendalikan Napi

Para narapidana maupun tahanan kasus narkoba ternyata masih mampu mengendalikan bisnis haram mereka dari balik jeruji besi.

Badan Narkotika Nasional ( BNN) bahkan menyebutkan 90 persen lebih transaksi narkoba yang berhasil diungkap, dikendalikan dari dalam lembaga pemasyarakatan (lapas).

“Saya sampaikan, saya akui 90 persen lebih dikendalikan dari dalam lapas,” kata Kepala BNN Heru Winarko kepada wartawan di Cianjur, Selasa (13/8/2019).

Untuk itu, BNN bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan terus melakukan perbaikan-perbaikan sistem untuk menutup ruang gerak bisnis para bandar narkoba.

“Pentolan-pentolannya atau para bandarnya kita mutasikan ke Nusakambangan,” kata Heru.

Dalam sebulan terakhir ini, BNN telah memindahkan sedikitnya 30 napi kasus narkoba dari Lapas Palembang.

“Termasuk yang dari Aceh dan Bogor, ada yang kita pindahkan ke sana (Nusakambangan) juga,” ujar Heru.

Heru menyebutkan, ganja dan sabu adalah jenis narkoba yang paling banyak diedarkan.

Meski begitu, perlu diwaspadai peredaran jenis baru lainnya seperti NPS dan PCC yang dijual dengan harga murah, sehingga terjangkau oleh kalangan muda bahkan remaja.

“Kalau sabu itu berasal dari luar, jaringan internasional. Sedangkan, ganja dari wilayah Indonesia Barat seperti Aceh, Belawan dan Medan,” kata Heru.

Selama sebulan terakhir, di Aceh, BNN berhasil mengungkap ladang ganja yang bisa menghasilkan 18 ton ganja.

“Berikutnya kita lakukan replanting. Jadi, ladang-ladang ganja yang kita temukan itu kita tanami, kita jadikan ladang jagung dan kopi,” kata Heru.

BNN juga telah bekerja sama dengan TNI Angkatan Laut dan Bea Cukai untuk mencegah terjadinya peredaran narkoba, mengingat jaringan narkoba internasional saat ini banyak mengedarkan narkoba lewat jalur laut

sumber: tribunnews.com

Editor: sella.