HETANEWS

Sosialita Ini Gelapkan Rp 2,1 Miliar demi Jalani Hidup Foya-foya Selama 3 Tahun, Kini Masuk Penjara

Warga Baturaja, Kabupaten OKU, Provinsi Sumatera Selatan dikagetkan dengan ditangkapnya Meyssi. Wanita 48 tahun yang dikenal sebagai "Ratu Sosialita" di Baturaja ditangkap polisi karena kasus penggelapan

Sumatera Selatan, hetanews.com-Wanita usia 48 tahun yang dikenal sebagai "Ratu Sosialita" di Baturaja, Kabupaten OKU, Sumatera Selatan, kini meringkuk di sel tahanan kepolisian.

Sosialita bernama Meyssi itu ditangkap karena melakukan penggelapan senilai Rp 2,1 miliar.

Uang hasil penggelapan itu dipakai oleh Meyssi untuk melakoni gaya hidup sosialita. Meyssi menggelapkan 31 Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) dengan berkedok biro jasa pengurusan surat-surat kendaraan.

Lebih miris lagi menurut pengakuan Meyssi uang Rp 2,1 M hasil kejahatan yang dikumpulkan selama 3 tahun itu dihabiskan untuk foya-foya demi mendukung penampilannya hidup bak kaum sosialita.

Untuk gaya hidupnya itu, Si Ratu Sosialita ini merental mobil Suzuki Ertiga BG 1091 FG. Setelah dua bulan sewanya tidak dibayar, pelaku mendatangi korban dan berpura-pura kecelakaan lalu menyarankan agar mobil diasuransikan.

Tanpa rasa curiga pemilik mobil lalu menyetujui, tersangka dengan mudah mendapatkan BPKB.

Akal licik pelaku terus berputar, setelah BPKB dan STNK berada di tangan Meyssi, mobil tersebut kemudian dijual ke dealer di Kota Baturaja seharga Rp 75 juta.

Kapolres OKU AKBP Ni Ketut Widayana Sulandari didampingi Kasat Reskrim Polres OKU AKP Alex Andriyan menjelaskan, tersangka Meyssi menggelapkan 31 BPKB mobil.

Ia menggelapkan dengan cara menjual dua unit mobil rental tanpa sepegetahuan pemiliknya.

Wanita paruh baya ini juga menggadaikan 31 BPKB mobil orang sedang sedang mengurus surat-surat kendaraan.

”Dari kejahatan menjualkan mobil rental Suzuki Ertiga dan menggadaikan puluhan BPKB tanpa sepengetahuan pemiliknya ini Mesyssi berhasil meraup uang total Rp 2,1 miliar,” terang Kapolres kepada awak media, Senin (12/8/2019).

Rencana Meyssi berjalan mulus karena Meyssi memang membuka Biro Jasa “Arcap” dan bekerja sama dengan oknum marketing leasing bernama Ryan Firdaus Batra (28 tahun), untuk mencairkan pinjaman ke leasing.

Menurut Kapolres, kronologis terungkapnya kasus penggelapan senilai Rp 2,1 miliar ini bermula pada bulan Mei 2019.

Meyssi selaku pengurus biro Jasa “Arcap “ yang melayani pengurusan surat-surat kendaraan menerima surat kendaraan roda empat berupa BPKB mobil BG 1245 FJ dari Imam Syafei bin Suparmo (52).

Pelapor mau mengurus pajak progresif mobilnya. Setelah selesai membayar pajak di Kantor Samsat Baturaja, Meyssi hanya mengembalikan STNK kepada Imam Syafei sedangkan BPKB belum dikembalikan.

Alasannya BPKB mau di-fotocopy karena ada kekurangan di berkas Samsat.

Namun tanpa sepengetahuan dan tanpa izin dari Imam Syafei, BPKB tersebut rupanya dijaminkan oleh Meyssi kepada leasing sebesar Rp 250 juta.

Untuk memuluskan rencana jahat tersebut, Meyssi bekerja sama dengan tersangka Ryan Firdaus Batra yang bekerja sebagai marketing di leasing.

Pada bulan Juni 2019 saat jatuh tempo pembayaran angsuran pinjaman, Meyssi tidak membayar angsuran. Karena setelah jatuh tempo belum juga dibayar, pihak leasing menghubungi Imam Syafei selaku pemilik BPKB.

Betapa terkejutnya pelapor mendapat konfirmasi dari pihak lembaga penyedia keuangan, karena korban merasa tidak pernah menjaminkan BPKB mobilnya.

Imam Syafei kemudian mendatangi pihak leasing dan terbongkarlah aksi kejahatan kedua tersangka.

Selanjutnya leasing melaporkan kejadian yang merugikan korban dan perusahaan.

Mendapat laporan tersebut, Tim Resmob Polres OKU segera mendatangi kantor leasing dan mengamankan kedua pelaku dan langsung digelandang ke Mapolres OKU.

Menurut Kapolres pelaku ditangkap atas laporan Imam Syafei bin Suparmo (52), warga Dusun V RT/RW 009/006 Desa Merbau, Kecamatan Lubukbatang, Kabupaten OKU.

Sedangkan pelaku yakni Meyssi dan Ryan Firdaus Batra kini sudah ditahan polisi. Penyidik juga sedang mengembangkan kasus ini.

Kedua tersangka dijerat Pasal 378 KUHP dan atau Pasal 372 KUHP.

Polisi juga sudah mengamankan barang bukti berupa 14 lembar buku BPKB, 1 buku tabungan Bank Mandiri, 1 kartu ATM warna biru dan 1 kartu ATM warna kuning.

sumber: tribunnews.com

Editor: sella.