HETANEWS

"Pencuri Pisang Rp150 Ribu 7 Tahun, Penipu Miliaran Rupiah Cuma 4 Tahun, Pak Jokowi Mana Keadilan"

Kasi Pidum Kejari Siantar M Chadafi meminta kaum ibu korban penipuan tidak berteriak-teriak. (Foto/BT)

Siantar, hetanews.com-Sejumlah korban penipuan teriak protes atas tuntutan 4 tahun penjara terhadap Rahmad, terdakwa kasus penipuan Rp1,2 Miliar uang nasabah Koperasi Swadharma. Aksi protes pun berlangsung hingga Rahmad akan dibawa ke Lapas usai jalani sidang tuntutan di PN Siantar.

Secara bersahutan, para korban melontarkan kalimat tidak adil atas tuntutan yang dibacakan JPU, Lynce Jernih Margaretha. Mereka menilai ancaman itu sangat ringan mengingat uang nasabah miliaran rupiah yang hilang.

"Disuap...." kata salah satu dari mereka yang didominasi kaum ibu di depan ruang sidang PN Siantar, Selasa (13/8/2019).

"Dimana keadilan, penipu miliaran rupiah cuma dituntut 4 tahun, dimana keadilan," ujar Hotna Lumbantoruan, korban yang melaporkan Rahmad.

Baca juga: Teriak Nasabah Koperasi Swadharma: "Saya Pergi ke Hotman Paris makanya Rahmad Ditangkap"

Para korban turut membawa sebuah spanduk yang kemudian mereka bentangkan di lokasi. Spanduk tersebut berisi kalimat agar hakim memerintahkan jaksa menangkap beberapa aktor lain dibalik kasus raibnya uang nasabah.

"Pak Hakim hukum seberat-beratnya penipu," ujarnya.

Tak berhenti disitu, teriakan demi teriakan para korban pun tampak semakin menjadi ketika terdakwa Rahmad mulai dimasukkan ke dalam mobil tahanan hendak dibawa ke Lapas Pematangsiantar bersama tahanan lainnya.

Teriakan kali ini hingga menyebut nama Presiden Jokowi agar memperhatikan nasib mereka yang kehilangan uang yang tak sedikit.

"Pencuri pisang Rp 150 ribu 7 tahun, penipu miliaran rupiah cuma 4 tahun. Pak Jokowi, mana keadilan," kata Hotna yang menghadang mobil tahanan yang membawa Rahmad.

Baca juga: Pencuri 1 Tandan Pisang Terancam 7 Tahun Penjara

"Kami minta tolong Pak Jokowi, BNI mengembalikan uang kami, karena pejabatnya yang mempengaruhi kami memasukkan uang ke koperasi," kata ibu lainnya yang juga berada di depan mobil tahanan.

Diberitakan, Rahmad terdakwa kasus hilangnya uang para nasabah Koperasi Swadharma yang beralamat di Kantor Bank BNI, Jalan Merdeka, dituntut 4 tahun penjara. Rahmat dijerat Pasal 378 tentang penipuan.

Baca juga: Tilep Uang Nasabah Koperasi Rp1,2 M, Rahmad Dituntut 4 Tahun, Korban Teriak Tak Adil

Penulis: bt. Editor: bt.