HETANEWS

Bamusi: Pansel Bawa Walikota Mengambil Keputusan Yang Salah, Pansel Harus Bertanggung Jawab!

Ketua Pc Bamusi Kota Siantar Azhari Nasution.(Foto/Doc FB)

Siantar, hetanews.com - Terkait adanya informasi yang menyebutkan jika salah satu anggota Badan Pengawas Perusahaan Daerah Pasar Horas Jaya (PDPHJ) Subaktiar merupakan salah satu Caleg dari Partai Politik daerah Pemilihan Langkat 1, menurut Bamusi adalah kesalahan dari Panitia Seleksi (Pansel).

Ketua PC Bamusi Kota Siantar Azhari Nasution, Selasa (13/08/2019) menyebutkan jika Pansel harus mengakui dalam tahap seleksi yang mereka lakukan ada sebuah kecolongan.

"Kan tahapannya peserta mengantarkan berkas ke Pansel, nah disitu Pansel melakukan pemeriksaan berkas atau verifikasi berkas, kemudian melakukan pengujian,"paparnya.

Seharusnya kata Azhari, Pansel harus melakukan verifikasi berkas peserta sebelum menyatakan berkas tersebut dinyatakan sesuai.

" Pertanyaaan kenapa bisa lolos peserta yang merupakan seorang caleg, bisa ku duga Pansel tidak serius dalam melakukan verifikasi berkas peserta,"sebutnya.

Masih kata Azhari, jika seleksi Dewan Pengawas dilakukan setelah perhelatan Pemilihan Umum (Pemilu) selesai, seharusnya tidak sulit bagi Pansel dalam melakukan verifikasi berkas.

"kan diluannya proses pemilu selesai baru diadakan seleksi dewan pengawas, berarti nama itu ada di KPU, apa susahnya sih buka website KPU dimana daerah dia tinggal, sekarang aja kalau aku akses ada nama dia (Subaktiar) di website KPU Langkat, berarti disini soal kemauan kan?,"jelasnya.

Kata Azhari lagi, bahwa Pansel menggunakan dana APBD Kota dalam bekerja, terkait kecolongan tersebut Pansel harus mempertanggung jawabkan anggaran yang telah mereka gunakan tersebut kepada masyarakat.

" Mereka bekerja pake APBD loh, gini kalau mereka pecat Surbakti, berarti ada kekosongan di Dewan Pengawas, berarti mereka harus melakukan lagi seleksi, berarti uang Negara keluar lagi, jadi sebelumnya gimana Pertanggung jawabannya, Pansel harus bertanggung jawab dulu atas kelalian mereka, jangan main asal pecat aja, baru enak aja tinggal lakukan seleksi lagi, Pansel harus bertanggung jawab!,"tegasnya.

Apa lagi kata Azhari, akibat rekomendasi nama dari Pansel akhirnya Walikota mengambil putusan yang salah dalam memilih Dewan Pengawas, karena sejak awal Kata Azhari proses seleksi sudah salah.

"Kan si Subaktiar sudah lolos seleksi berkas, makanya nama dia sampe di meja Walikota, atas segala pertimbangan Walikota akhirnya dia pilih 3 nama dari 5 nama yang diajukan Pansel,kalau dia (Subaktiar) tidak lolos seleksi berkas, kan engga ada namanya masuk dalam rekomendasi ke Walikota, berarti Pansel bawa Walikota dalam mengapil keputusan yang salah memilih dewan pengawas, berarti harus bertanggung jawab Pansel sama Walikota," katanya dengan sangat tegas.

Penulis: tom. Editor: tom.