HETANEWS

Tilep Uang Nasabah Koperasi Rp1,2 M, Rahmad Dituntut 4 Tahun, Korban Teriak Tak Adil

Rahmad, terdakwa kasus penipuan uang nasabah Koperasi Swadharma senilai miliaran rupiah. (Foto:Dok Hetanews)

Siantar, hetanews.com-Rahmad, terdakwa kasus raibnya uang miliaran rupiah nasabah Koperasi Swadharma dituntut empat tahun penjara di PN Siantar. Kendati demikian para korban mengatakan tuntutan jaksa itu tak adil.

Dalam amar tuntutannya, jaksa menyatakan warga Kelapa Kuning, Kecamatan Siantar Barat, dinyatakan terbukti secara sah bersalah dan meyakinkan melanggar Pasal 378 KUH-Pidana tentang penipuan.

"Menuntut terdakwa dipidana penjara selama 4 tahun," kata JPU, Lynce Margaretha di PN Siantar, Jalan Sudirman, Selasa, 13 Agustus 2019.

Baca juga: "Pengadilan Jangan Beri Perlakuan Khusus ke Penipu"

Atas tuntutan itu, para korban kasusnya menduga ada suap sehingga terdakwa hanya dituntut empat tahun.

"Disuap," teriak korban yang didominasi kaum ibu usai digelarnya sidang yang dipimpin Hakim Danar Dono, di Ruang Kartika.

Korban penipuan Koperasi Swadharma memasang spanduk di depan mobil tahanan. (Foto:BT)

Baca juga: Pencuri 1 Tandan Pisang Diproses Hukum, Pelaku Jambret "Dilepas" Polisi di Siantar

Salah seorang korban kasusnya, Hotna Rumasi Lumbantoruan mengatakan ancaman penjara tersebut. Ia membandingan dengan kasus pencurian satu tandan pisang yang tengah bergulir di PN Siantar, terdakwanya terancam dipenjara 7 tahun.

"Penipu uang miliaran cuma 4 tahun, pencuri pisang terancam 7 tahun. Tidak adil," katanya.

Rahmad merupakan terdakwa kedua yang diseret ke meja hijau atas raibnya uang nasabah Koperasi Swadharma yang berkantor di Bank BNI Cabang Siantar. Hakim PN Siantar sebelumnya telah memutus 4 tahun penjara terhadap Agus Surya Darma, yang menjabat Kepala Koperasi.

Baca juga: Teriak Nasabah Koperasi Swadharma: "Saya Pergi ke Hotman Paris makanya Rahmad Ditangkap"

Dalam dakwaan jaksa, Rahmad (56) warga Kelapa Kuning, Kel Bantan Kec Siantar Barat, yang merupakan eks Pegawai BNI Cab Siantar didakwa melakukan penipuan dana nasabah koperasi sejak tahun 2013.

Kasus ini dilaporkan oleh dua orang korban, Hotna Rumasi Lumbantoruan dan Albine Siagian. Adapun modus terdakwa membujuk korban mengiming-imingi korban masuk ke dalam koperasi dengan janji memperoleh bunga sebesar 1,5 persen.

Korban Hotna mengatakan, janji Rahmad yang juga saat itu masih berstatus pegawai BNI tak betul adanya. Dijelaskannya, pemberian bunga macet dan sama sekali tak pernah diterima sejak tahun 2015. Pun, uang mereka tak dipulangkan oleh koperasi hingga sampai saat ini.

Penulis: bt. Editor: bt.