HETANEWS

Wowww.... Taman di Pasar Horas Telah Diperjualbelikan PD Pasar Senilai 25 Juta

Taman di Gedung 1 dan gedung lainnya di Pasar Horas yang telah berubah menjadi lapak jualan, dimana telah diperjualbelikan oleh PD Pasar degan harga 25 juta. (foto Tommi).

Siantar, hetanews.com- Taman yang terletak di Gedung 1 Pasar, yang seharusnya menjadi ventilasi udara di Pasar Horas, kini sudah berganti fungsi menjadi tempat berjualan, bahkan taman tersebut dibuat sebagai peraup keuntungan oleh oknum-oknum tertentu.

Pengakuan salah seorang pedagang yang bernama A Boru Sihombing, mereka diberikan berdagang di tempat tersebut karena diijinkan oleh DPRD Siantar Sebelumnya dan Dinas pasar pada massa Sertaulina Girsang, yang kini telah menjadi Kepala Dinas (Kadis) Catatan Sipil.

"Awalnyakan gini bang, kami berdagang di Pinggir Jalan, nah terus kami dilarang makanya kami akhirnya direlokasikan di taman ini untuk sementara," katanya.

Namun yang menjadi masalah, kata Boru Sihombing, taman tersebut sudah diperjual belikan oleh oknum-oknum PD Pasar dengan harga berkisar Rp 25 Jutaan per 2 Meter, sebab itu mereka kini merasa kuatir jika di gusur.

"Tempat ini udah dijual bang, itu salah satu pembelinya," Sambil menunjukkan salah seorang pedagang alat prabotan rumah tangga yang bernama Mansur.

Kemudian wartawan langsung menanyakan hal terasebut kepada Mansur, dengan sikap yang tidak bersahabat Mansur mengatakan jika dirinya disuruh oleh mertuanya, ketika ditanya siapa nama mertuanya, Mansur enggan memberitahu.

"Mertuaku yang nyuruh aku dagang disini, ‘siapalah namanya’ Buat apa abang itu?, Marga Nasution Mertuaku, Kenapa rupanya," kata Mansur.

Ketika ditanya, apakah Mansur membayar retribusi berdagang, Mansur mengatakan jika setiap sore dia membayar retribusi kepada seseorang namun yang mengutip retribusi tidak memakai baju dinas. "Bayarlah aku bang, adalah orangnya, engga pake baju pns dia, pake baju biasanya dia," kata Mansur enggan membeberkan kepada wartawan.

Anggota DPRD Siantar priode 2010 -2014, Kennedy Parapat mengatakan relokasi pedagang ke taman yang ada di Pasar Horas tersebut hanya untuk sementara namun tidak dibenarkan jika dilakukan jual beli atas taman tersebut.

"Kemarin dilakukan karena tuntutan pedagang yang sudah tidak diperbolehkan berjualan di pinggir jalan, kemudian kita panggillah Dinas Pasar, pada saat itu yang datang sekertarisnya Marga Nainggolan, jadilah kita sepakati kalo pedagang direlokasikan di taman, tapi kalo soal jual beli kita engga kasih ijin," ucap Kennedy.

Ditanya soal bolehkah pedagang berjualan di taman, Kennedy mengatakan hal tersebut tidak diperbolehkan. "Sebenarnya engga boleh, itukan sementara aja," ucapnya.

Penulis: tom. Editor: ebp.