HETANEWS

Disuruh Jokowi Jualan Sabu, Syahrial Diancam 8 Tahun Bui

Petugas menggiring terdakwa meninggalkan ruang sidang. (foto/ay)

Simalungun, hetanews.com - Syahrial als Al (38), warga Nagori Bah Gunung, Kecamatan Bandar Huluan, Simalungun, dituntut pidana penjara 8 tahun, denda Rp.800 juta, subsider 3 bulan oleh jaksa, Dedy Chandra Sihombing SH, di PN Simalungun, Senin (12/8/2019).

Menurut jaksa penuntut umum, terdakwa telah terbukti bersalah melanggar pasal 112 (2) UU RI no 35/2009 tentang narkotika.

Terdakwa terbukti memiliki sepaket sabu saat ditangkap Polsek Bangun, pada Jumat, 8 Pebruari 2019, lalu.

Saat ditangkap di Pos Satpam Divisi II Blok A22 PT Sipef Bukit Maraja, di Huta II, Kecamatan Gunung Malela, dua temannya, Jokowi dan Riki Saragih als Kimblok, melarikan diri. Sabu yang ada pada terdakwa, diakui milik Jokowi.

Sebelumnya terdakwa dihubungi Jokowi untuk datang ke tempat tersebut. Lalu terdakwa disuruh mengantar sabu, seharga Rp.150 ribu kepada pembelinya, di jembatan Sukosari. Usai menerima sabu, petugas datang dan Jokowi berhasil kabur.

Didampingi pengacara, Mobby SH dari Posbakum PN Simalungun, terdakwa memohon kepada majelis hakim, pimpinan Roziyanti SH agar meringankan hukumannya, alasannya menyesal dan berjanji tidak mengulangi lagi.

"Saya menyesal yang mulia dan berjanji tidak akan mengulangi lagi. Saya mohon agar hukuman saya diringankan,"kata terdakwa. Untuk mempertimbangkannya dalam putusan, sidang dibantu panitera, A Manurung SH, ditunda hingga Rabu (21/8/2019) mendatang.

Penulis: ay. Editor: gun.