HETANEWS.COM

LBH PK Adukan Kajari Siantar ke Jaksa Agung

Ketua LBH Perjuangan Keadilan, Harfin G Siagian. (Foto/Ist)

Siantar, hetanews.com - Pernyataan liar Kepala Kejari Siantar Ferziansyah Sesunan ditengarai mengangkangi ketentuan-ketentuan yang berlaku, seperti Tata Krama Adhyaksa dan Peraturan Jaksa Agung. Buntut dari pernyataan itu pun, Kajari Siantar bakal diadukan ke Jaksa Agung oleh Lembaga Bantuan Hukum Perjuangan Keadilan (LBH-PK).

Ketua LBH PK, Harfin G Siagian menyatakan, Kajari seharusnya berpedoman pada Tata Krama Adhuaksa & Peraturan Jaksa Agung (Perja) RI Nomor: 067/A/JA/07/2007 tanggal 12 Juli 2007 tentang Kode Perilaku Jaksa untuk menanggapi pandangan klien kami (RS) dalam pemberitaan 2 tersangka kasus Kominfo Siantar.

Disebutkan, angka 12 Buku Pedoman Tata Krama Adhyaksa berbunyi Jaksa berbudi luhur serta berwatak mulia, setia, jujur, arif dan bijaksana dalam tata pikir, tata tutur dan tata laku.

Baca juga: Sebut Pengacara Belajar Lagi, Pernyataan Kajari Siantar Dianggap Tak Beretika

Selanjutnya dalam Perja RI antara lain:
J. Menghormati kebebasan dan perbedaan pendapat sepanjang tidak melanggar ketentuan perundang-undangan
K. Menghormati dan melindungi HAM dan Hak-Hak Kebebasan sebagaimana yang tertera dalam perundang-undangan dan instrumen HAM yang diterima secara universal
L. Menanggapi kritik dengan Arif dan bijaksana
M. Bertanggung jawab secara internal dan berjenjang sesuai dengan prosedur yang ditetapkan
N. Bertanggung jawab secara eksternal kepada publik sesuai kebijakan pemerintah dan aspirasi masyarakat tentang keadilan dan kebenaran.

"Sehingga Kajari menanggapi pandangan/kritikan dari klien kami (RS) seyogyanya arif dan bijaksana dalam koridor hukum yang berlaku di negara Indonesia, yang memiliki prinsip adanya jaminan kesederajatan/persamaan bagi setiap orang dihadapan hukum (Equality Before The Law)," ujar Siagian.

Baca juga: IKA-USI Soal Pernyataan Liar Kajari Siantar: "Kami Tersinggung!"

Ia menegaskan, setiap orang berhak atas perlakuan, jaminan, perlindungan dan kepastian hukum yang adil serta perlakuan yang sama dihadapan hukum.

"Kajari Siantar bukan malah menyerang personal atau individu dari klien kami yang secara profesi dan keilmuannya memberikan pandangannya atas sikap penyidik Kejaksaan Negeri Pematangsiantar dalam kasus 2 tersangka Kominfo yang tidak ditahan.

"Atas statemen/pernyataan Kajari tersebut, kami akan mengambil langkah pelaporan perilaku ke Jamwas, Aswas dan Komisi Kejaksaan (Komjak)," ujarnya.

Diberitakan, Kajari Ferziansyah di momen Hari Bhakti Adhyaksa (HBA) ke 59, 22 Juli 2019, kepada sejumlah awak media meminta praktisi hukum Reinhard belajar lagi. Kajari juga menuding Reinhard bolos saat mengemban ilmu pengetahuan. Pernyataan ini keluar pasca Reinhard mengkritik dua pejabat Dinas Kominfo yang dijadikan tersangka namun tidak ditahan oleh penyidik kejaksaan.

Baca juga: Kajari Siantar Respon Penyataan Reinhard Soal Diskriminasi Tersangka Korupsi: "Suruh Dia Belajar lagi..."

Penulis: bt. Editor: bt.
Aplikasi Heta News sudah tersedia di Google Play Store. Silakan pasang di ponsel pintar Anda!