HETANEWS

4 Guru Berhenti Mengajar, Siswa SD Filial Kerpang Situbondo Telantar 8 Bulan

Dua siswa SD filial di Dusun Kerpang, Cabang SDN 8 Curah Tatal, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Situbondo, Jatim, membersihkan kelas, Sabtu (10/8/2019).

Jatim, hetanews.com - Para siswa SD kelas jauh (filial) di Dusun Kerpang, Cabang SD Negeri 8 Curah Tatal, di Kecamatan Arjasa, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur (Jatim), sudah delapan bulan terakhir telantar. Pasalnya, empat guru honorer yang biasa mengajar mereka sudah tidak pernah lagi datang.

Informasi diperoleh, empat guru honorer itu berhenti mengajar gara-gara mereka tidak kunjung diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS). Honor sekitar Rp200.000 yang diterima oleh guru honorer tidak sebanding dengan medan bukit terjal yang harus ditempuh ke Dusun Kerpang. Akibatnya, belasan siswa-siswi kelas 1 hingga kelas 6 di sekolah itu tidak bisa maksimal belajar.

Selama itu pula, para siswa-siswi SD ini belajar sendiri, tanpa didampingi guru. Mereka juga jarang ke sekolah dan akhirnya hanya bisa belajar di rumah. Sesekali, para siswa berkunjung ke sekolah untuk sekadar membersihkan kelas. Mereka masih berharap gurunya kembali lagi untuk mengajar.

“Sudah delapan bulan gurunya enggak datang lagi, nggak tahu kenapa. Selama ini belajar di rumah. Kepinginnya ada guru lagi supaya bisa belajar,” kata siswa kelas 5 SDN 8 Curah Tatal, Tolak Adin, Sabtu (10/8/2019).

Salah seorang wali murid SDN 8 Curahtatal, Sugianto mengatakan, para siswa yang selama ini terpaksa hanya belajar di rumah sejak empat guru mereka berhenti mengajar. Namun, para siswa juga tidak bisa belajar maksimal di rumah. Berbeda halnya jika mereka bisa belajar di sekolah dan didampingi para guru.

“Sekarang jarang belajar karena ngajarnya jarang-jarang. Kalau muridnya datang, gurunya nggak datang. Kalau gurunya datang, muridnya enggak datang. Jadi mereka kadang-kadang aja belajar di rumah,” kata Sugianto.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Situbondo Fathorrahman yang meninjau SDN 8 Curah Tatal pada Sabtu (10/8/2019), berjanji segera mengatasi masalah sarana di sekolah itu agar proses belajar mengajar segera berjalan lancar. Dia juga akan memberikan perhatian khusus kepada guru tidak tetap.

“Kami berusaha mengatasi masalah sekolah ini secepatnya,” ujarnya.

Dia meminta kepala bidang yang menangani sumber daya manusia di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Situbondo agar secepatnya mengambil langkah-langkah mengatasi persoalan kekurangan guru di sekolah itu.

”Sebisa mungkin diambilkan dari guru yang tidak jauh dari sekolah ini karena medan saja sudah sulit. Kalau lokasinya jauh, tidak efektif. Belum lagi kalau kondisi hujan dan lain sebagainya. Jadi, kita berharap anak-anak segera tertangani dengan bagus,” katanya. 

Menurut data Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Situbondo, SDN 8 Curah Tatal memiliki 16 siswa-siswi mulai dari kelas 1 hingga kelas 6. Sementara jumlah guru sebelumnya terdiri atas sembilan guru honorer dan 3 PNS.

sumber: inews.id

Editor: sella.