HETANEWS

Polsek Bangun 'Lamban' Tangani Kasus Penganiayaan Mahasiswa

Antoni Sumihar Purba SH, orangtua korban dengan LP-nya ke Polsek Bangun. (foto/ay)

Simalungun, hetanews.com-Antoni Sumihar Purba SH, selaku orangtua dari saksi korban, Rimbun Iskandar Purba (20), salah satu mahasiswa di Medan, menyesalkan sikap Polsek Bangun yang terkesan lamban menangani kasus penganiayaan yang dialami anaknya.

"Sudah 14 hari, sejak saya membuat laporan No.STPL/117/VII/2019/SU/SIMAL/Sek Bangun, tanggal 29 Juli 2019, belum ada tindak lanjutnya. Setiap saya datang ke sana, belum pernah ketemu dengan Kanit nya,"ungkap Purba, kepada wartawan, di PN Simalungun, Senin (12/8/2019).

Saksi korban, dianiaya 2 pelaku, pada Senin, 29 Juli 2019 lalu, sekitar pukul 16.30 WIB, di jalan umum depan Gereja GKPS Sion, jalan Jeruk III, Kecamatan Siantar. Akibatnya, korban alami luka sesuai visum dokter, karena kening mengeluarkan darah.

Pelaku penganiayaan, berinisial DT (18), warga Perumnas, di jalan Semangka, Kecamatan Siantar dan Dewanda Aritonang. Setelah kejadian itu, orangtua korban langsung melapor.

Bahkan saat melapor, turut dibawa Dewanda Aritonang (sebagai saksi) dan keterangannya sudah diambil penyidik.

Kanitres Polsek Bangun yang coba dikonfirmasi melalui pesan WA, mengatakan, akan berkoordinasi dengan jupernya. "Nanti kita tanya sama jupernya, karena juper belum melaporkan perkembangannya, “kata Budi.

Penulis: ay. Editor: gun.