HETANEWS

Pasutri Kasus Penipuan Mangkir Sidang, Hakim Keluarkan Ancaman

Pasutri berjalan meninggalkan ruang sidang pada persidangan Minggu lalu. (foto/ay)

Simalungun, hetanews.com-"Apakah hakim harus mengeluarkan penetapan upaya paksa untuk menghadirkan terdakwa?”, kata salah satu hakim anggota, Justiar Ronald SH, saat sidang di PN Simalungun, Senin (12/8/2019).

Ancaman itu, disampaikan kepada jaksa Doniel Ferdinan SH yang tidak mampu menghadirkan terdakwa pasangan suami istri (Pasutri), sebagai terdakwa kasus penipuan, Ricardo Simanjuntak als Kardo (47) dan Monita Siska Suherli Pulungan als Mak Dita (37). Pasutri ini, mangkir (tidak hadir) tanpa alasan atau  tanpa pemberitahuan resmi.         

"Terdakwa absen tanpa pemberitahuan resmi bu hakim", ucap jaksa Doniel SH. Agenda persidangan seyogianya mendengar tuntutan jaksa. Jika kedua terdakwa tidak kooperatif selama persidangan, maka akan dikeluarkan perintah penahanan oleh hakim.

Baca juga: Pasutri Rentenir Ini Berbelit-belit Beri Keterangan saat Sidang

Pasutri yang didakwa melakukan penipuan terhadap  saksi korban, Dr. Kristin Riviera Mart Nahampun MM, hingga Rp 235 juta ini, tidak ditahan di Rutan, tapi berstatus tahanan rumah. Namun demikian, jaksa berjanji akan menghadirkan terdakwa, dalam persidangan Rabu (14/8/2019) mendatang.        

Pasutri ini sebagai rentenir, di kampungnya, memerlukan modal dan pinjam uang dari saksi korban yang  akan dikembalikan, selambatnya 3 bulan dengan bunganya. Korban percaya, karena selama ini sudah mengenal  terdakwa, dalam bisnis mobil rental.        

Tapi faktanya, uang korban tidak dikembalikan hingga kasus ini disidangkan. Sebelumnya,  pasutri ini membujuk korban, pada Nopember 2017, lalu, di klinik praktek Dr Diklanto Silaen, di Jalan Besar Sarimatondang, Kecamatan Sidamanik. Keduanya bertempat tinggal di Kecamatan Sidamanik.     

Jaksa menjerat pasutri ini, dengan Pasal 372 ataupun Pasal 378 Jo pasal 55 (1) ke-1 KUH Pidana. "Untuk tuntutan sidang ditunda Rabu,"kata hakim Roziyanti SH, selaku pimpinan sidang.

Penulis: ay. Editor: gun.