HETANEWS

Geger Mantan Tembak Kekasih di Duren Sawit, Begini Aturan Senapan Angin

Pelaku penembak sejoli (dok. Istimewa)

Jakarta, hetanews.com - Eki Yunianto (27) pelaku penembakan terhadap sepasang kekasih, M Ramli Abdul Muis dan Widya Lestari sudah ditetapkan sebagai tersangka.Eki menembak keduanya dengan senapan angin. Bagaimana aturan soal kepemilikan senapan angin ini?

Jika merujuk pada Peraturan Kepala Kepolisian RI No 8 Tahun 2012 Tentang Pengawasan dan Pengendalian Senjata Api untuk Kepentingan Olahraga, senapan angin hanya boleh digunakan untuk kegiatan olahraga saja. Dalam pasal 4 ayat 3, disebutkan bahwa senapan angin merupakan jenis senajata api yang hanya boleh digunakan utuk kepentingan olahraga saja.

Pasal 4
3. Pistol angin (air Pistol) dan senapan angin (air Rifle) digunakan untuk kepentingan olahraga menembak sasaran atau target.

Untuk memiliki senapan angin, seseorang harus memenuhi beberapa persyaratan. Persyaratan tersebut diatur dalam pasal 12:

Pasal 12
Persyaratan untuk dapat memiliki dan/atau menggunakan Pistol Angin (Air Pistol) dan Senapan Angin (Air Rifle) untuk kepentingan olahraga sebagai
berikut:
a. memiliki kartu tanda anggota klub menembak yang bernaung di bawah Perbakin;
b. berusia paling rendah 15 (lima belas) tahun dan paling tinggi 65 (enam puluh lima) tahun;
c. sehat jasmani dan rohani yang dibuktikan dengan Surat Keterangan dari Dokter serta Psikolog; dan
d. memiliki keterampilan menembak yang dibuktikan dengan surat keterangan yang dikeluarkan oleh Pengprov Perbakin.

Namun, apabila seseorang justru menyalahgunakan senapan angin maka bisa dikenakan UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951. Begini bunyi pasalnya:

Pasal 1
(1) Barang siapa, yang tanpa hak memasukkan ke Indonesia membuat, menerima, mencoba memperoleh, menyerahkan atau mencoba menyerahkan, menguasai, membawa, mempunyai persediaan padanya atau mempunyai dalam miliknya, menyimpan, mengangkut, menyembunyikan, mempergunakan, atau mengeluarkan dari Indonesia sesuatu senjata api, amunisi atau sesuatu bahan peledak, dihukum dengan hukuman mati atau hukuman penjara seumur hidup atau hukuman penjara sementara setinggi-tingginya dua puluh tahun.

Sebelumnya, Eki menembak pasangan kekasih M Ramli Abdul Muis dan Widya Lestari pada Minggu sore sekitar pukul 16.00 WIB. Penembakan itu dilatarbelakangi rasa cemburu.

Ramli dan Widya mengalami luka masing-masing di paha dan perut akibat tertembak senapan angin. Keduanya langsung dibawa ke Rumah Sakit Islam Pondok Kopi.

"Korban M Ramli Abdul Muis (23), luka pada bagian kaki paha kiri terkena tembakan senapan angin dan Widya Lestari (23) Luka pada perut terkena tembakan senapan angin," kata Kapolres Metro Jakarta Timur, Kombes Ady Wibowo.

sumber: detik.com

Editor: sella.